Edukasi Kesehatan

Edukasi : Khitan Berpengaruh pada Kesehatan, Apakah juga pada Kepuasan Hubungan Seks?

Ada banyak alasan pria atau orangtua yang punya anak laki-laki melakukan khitan atau sunat.

Sementara khitan tidak berhubungan dengan kualitas ereksi. Khitan tidak mempengaruhi kualitas seksual, dan tetap sama memuaskan pasangannya.

Baca juga: Waspada! Ini Penyebab Disfungsi Ereksi di Usia Muda

Baca juga: Jangan Abaikan Disfungsi Ereksi, Gangguan Reproduksi Ini Banyak Dialami Pria Usia 40-70 Tahun

Hal itu ditegaskan dr. Binsar saat menjadi pembicara di Talkshow Edukasi Seksual Wartakotalive dan Tribun Network dengan tema ‘Apa sih Manfaat Sunat Bagi Kaum Pria’, Kamis (21/10/2021).

“Khitan bila dihubungkan dengan kualitas seksual tidak ada hubungannya. Tidak berpengaruh terhadap ereksi, kualitas hubungan seksual, dan memuaskan pasangan wanita,” ujarnya.

Tiga hal menjadi dasar pertanyaan yang perlu dijawab secara ilmiah.

Dari hasil symposium andrologi dan seksual dan penelitian di seluruh dunia, disimpulkan ternyata tidak ada hubungannya antara sunat dengan kualitas ereksi, pemuasan pasangan dan kualitas seksual.

“Kualitas ereksi tetap memegang peranan kunci dan peran penting dalam kehidupan seksual pria,” katanya. Dalam hal ini adalah kekerasan atau kekakuan ereksi.

Dokter Binsar mengatakan, selain kekerasan ereksi, yang menentukan kualitas hubungan seksual pada pria adalah kadar hormon testosteron, dan kesehatan pada pria. Hormon testosteron berhubungan dengan libido atau gairah seksual.

Baca juga: Hati-hati Pria dengan Perut yang Buncit, Tanda Hormon Testosteron Turun. Gairah seks Ikut turun

Baca juga: Turunnya Hormon Testosteron Pada Pria Bikin Melorot Gairah Seks, tapi Ada Hal lain, Apa Saja?

Pada pria yang kesehatannya menurun, memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, akan menyebabkan gangguan pembuluh darah.

Termasuk pembuluh darah di sekitar penis. Akibatnya akan menyebabkan kekerasan ereksi juga terganggu.

Bila tidak diobati akan menyebabkan tidak terjadi kekerasan ereksi.

Ereksi adalah reaksi  pada  kepala penis (gland) akibat rangsangan yang diterima baik penglihatan, penciuman, dan sentuhan. Kondisi ini terjadi karena pada kepala penis memiliki banyak sel saraf.

Seperti diketahui ada 4 derajat kekerasan ereksi,  yakni tipe 1 seperti tape, tipe 2 seperti pisang, tipe 3 seperti sosis, dan tipe 4 seperti timun.

Pada ereksi derajat  1 dan 2 penetrasi sulit dilakukan apalagi memuaskan pasangan. Derajat 3 sudah dapat penetrasi, namun kepuasan belum tentu didapat. Kepuasan  maksimal didapat pada derajat nomor 4 yang keras dan kaku seperti timun.

Mitos lain soal kualitas seksual juga berhubungan dengan ukuran penis pria. Ternyata ukuran juga tidak menentukan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved