Breaking News:

Info BPJS Kesehatan

Bersama Program JKN-KIS Neneng Paridah Berjuang Melawan Penyakit Autoimun Psoriasis

Menyadari pengobatan yang berkepanjangan dan harga obat yang tidak murah, Neneng merasa bersyukur dengan hadirnya Program JKN-KIS.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Neneng Paridah (60), warga Kampung Sukalaksana Leuwiliang Kabupaten Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG — Di usia yang tidak lagi muda, Neneng Paridah (60), warga Kampung Sukalaksana Leuwiliang Kabupaten Bogor giat menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dirinya yang saat ini terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD mengaku sering memanfaatkan kartu kepesertaannya itu untuk menjalani pengobatan autoimun psoriasis yang dideritanya.

Penyakit ini termasuk penyakit autoimun yang menyerang kulit sang pengidap dengan gejala kulit pecah, kering, bersisik sampai berdarah.

Wanita yang akrab disapa Neneng ini menceritakan pengalamannya menjalani hidup dengan penyakit autoimun.

Sebelumnya ia tidak menyadari bahwa yang dideritanya adalah penyakit psoriasis, ia hanya mengeluhkan gatal-gatal pada kulitnya.

Tahun 2019 suhu tubuhnya tinggi dengan kulit yang gatal dan merah di sekujur tubuh, keluarga langsung melarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu rumah sakit terdekat dan rawat inap selama kurang lebih 3 (tiga) hari.

“Sudah lama sebenarnya gatal-gatal dan merah di sekujur tubuh tapi belum tahun kalau ternyata autoimun, sampai 2 (dua) tahun lalu saya dilarikan ke RSUD Leuwiliang dan didiagnosa dengan penyakit autoimun psoriasis. Sampai saat ini masih rutin konsumsi obat dan salep setiap hari, lalu setiap bulan juga kontrol ke dokter. Kebetulan saya dirujuk ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi (KBP) karena dokter spesialisnya praktek di sana. Sekarang sudah jauh lebih baik udah gak sering kambuh lagi,” ujar Neneng, baru-baru ini.

Menyadari pengobatan yang berkepanjangan dan harga obat yang tidak murah, Neneng merasa bersyukur dengan hadirnya Program JKN-KIS.

Pengalaman berobatnya selama ini membuat ia mengerti alur layanan program ini yang berjenjang melalui FKTP untuk mendapat rujukan setiap 3 bulan.

Menurutnya salah satu program pemerintah ini sangat membantu atasi biaya pengobatan penyakit yang ia derita.

Dalam Bahasa Sunda wanita paruh baya ini berterima kasih dan menyampaikan harapannya untuk keberlangsungan Program JKN-KIS.

“Berobatnya harus ke Puskesmas terlebih dahulu nanti dokter yang ngasih rujukan ke rumah sakit yang ada dokter spesialisnya. Program JKN-KIS ini sangat membantu, abdi lalandong ngandelkeun Program JKN-KIS, upami henteu tangtos abdi bakal ngaluarkeun artos nu seueur. Alhamdulillah, nu dipikahareup mugi Program ieu terus aya jeung kahareupna supados nambah seueur anu ngarasakeun mangpaat Program JKN-KIS,” tutup Neneng. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved