Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Aktivitas Kian Dilonggarkan, Wagub DKI Ingatkan Warga Waspadai Gelombang 3 Covid-19 Akhir Tahun 2021

Aktivitas Kian Dilonggarkan, Wagub DKI Ingatkan Masyarakat Waspadai Gelombang 3 Covid-19 Akhir Tahun 2021 Mendatang. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
AFP/STR
Foto ini diambil pada Selasa (18/02/2020) Seorang dokter sedang menangani pasien yang telah pulih dari infeksi virus corona (COVID-19) menyumbangkan plasma di Wuhan di Hubei, China. Sebelumnya Pejabat kesehatan China pada 17 Februari kemarin mendesak pasien yang telah pulih dari coronavirus untuk menyumbangkan darah sehingga plasma dapat diekstraksi untuk mengobati orang lain yang sakit kritis. (STR/AFP/China OUT) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta meminta masyarakat waspada dengan adanya potensi gelombang ketiga Covid-19 saat akhir tahun 2021. Pada momen itu, biasanya masyarakat berkumpul sehingga penyebaran Covid-19 bisa saja terjadi kembali.

“Kami ingin jangan sampai kita memasuki akhir tahun (2021) dan awal tahun (2022) terjadi gelombang ketiga,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (21/10/2021) malam.

Ariza mengatakan, masyarakat harus mengambil hikmah dari gelombang Covid-19 pertama dan kedua yang terjadi beberapa bulan lalu akibat adanya liburan.

Pada saat itu, kasus Covid-19 sempat menembus hingga 113.000 orang dalam sehari dan banyak yang meninggal dunia karena terpapar.

“Sebelumnya apabila ada masa libur, di situ potensi penyebaran meningkat. Terlebih sekarang ada pelonggaran, sekali lagi mohon waspada dan jangan kendor 5M dan jangan euforia,” kata Ariza.

“Masa sekarang ini dalam beberapa bulan ke depan, kita lebih taat dan disiplin, sekalipun ada pelonggaran yah mohon prokes dilakukan dengan baik supaya tidak ada gelombang ketiga,” tambah mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Menurutnya, saat ini situasi pandemi di Jakarta sudah semakin membaik. Untuk tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Jakarta hanya tujuh persen, sedangkan BOR untuk ICU 19 persen.

“Kemudian angka kematian 1,6 persen (13.553 orang) dan kesembuhan 98,3 persen (845.763 orang),” imbuhnya. 

Tranjakarta kembali melayani pelanggan secara penuh

Riza Patria meminta kepada para penumpang untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) saat kapasitas penumpang angkutan umum ditambah.

Prokes wajib dipatuhi untuk menekan penyebaran Covid-19 yang terjadi di setiap penumpang.

“Karena ada pelonggaran, kembali yang kapasitas dari 50 persen menjadi 75 persen, bahkan ada yang 100 persen,” ujar Ariza di Balai Kota DKI, Kamis (21/10/2021) malam.

Baca juga: Ucap Syukur Farhan Pemasangan Ring Jantung Sang Ayah Ditanggung Penuh JKN-KIS

Ariza mengatakan, aktivitas masyarakat dilonggarkan tidak hanya mengacu pada penyebaran Covid-19 yang kian melandai di Ibu Kota. Tapi karena banyaknya warga di wilayah Jabodetabek yang divaksin Covid-19.

Hal itulah yang menjadi pertimbangan Pemprov DKI Jakarta untuk melonggarkan sejumlah aktivitas masyarakat saat PPKM level dua. Dia berharap, pelonggaran aktivitas yang disertai pengetatan prokes dan meningkatkan perekonomian di Jakarta.

“Mobilitas orang juga perlu, apalagi sekarang juga kan kantor non esensial sudah dibuka,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved