Breaking News:

Info PAM Jaya

Lebih dari 1.000 Warga Tanah Merah Nikmati Air Bersih

Saat ini sudah ada 1.211 warga yang menikmati air bersih dari PAM. Untuk melayani mereka, PAM Jaya telah memasang pipa sepanjang 11.038 meter.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Ichwan Chasani
Dok. PAM Jaya
Direktur Utama PAM JAYA, Priyatno Bambang Hernowo sedang menjelaskan progress pipanisasi di Kp. Tanah Merah kepada Gubernur DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Sebanyak 1.211 warga Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara kini bisa menikmati layanan air bersih. Kawasan Tanah Merah termasuk kampung prioritas yang berhak mendapatkan layanan air bersih.

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan 21 kampung prioritas yang berhak mendapatkan layanan air bersih. Status lahan kampung-kampung tersebut masih bersengketa.

Meski begitu, kata Priyatno Bambang Hernowo, pihak PAM Jaya konsisten tetap memberikan pelayanan air bersih kepada warga di kampung-kampung tersebut.

Priyatno Bambang Hernowo menegaskan, pihak PAM Jaya tak masuk ke dalam konflik lahan, melainkan hanya menjalankan amanat negara dan undang-undang yakni memberikan kebutuhan dasar hidup yakni air.

"Jadi beberapa daerah kita lakukan sambungan langsung khusus, bukan berarti warga jadi pemilik tanah tapi kita tetap berikan layanan ke warga negara karena mereka tetap warga DKI," ujar Hernowo ditemui di kantornya di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021).

Kini warga di Tanah Merah pun bisa mendapatkan air bersih bertarif Rp 3.550 per meter kubik. Jauh lebih murah ketimbang air jeriken yang harus mereka beli Rp 11.000 per meter kubik.

Sebelum ada pasokan air dari PAM Jaya, warga Tanah Merah mengandalkan air bersih yang dijual pedagang keliling.

Kini mereka bisa mendapatkan air bersih yang terjamin kualitasnya dan biayanya lebih murah sekitar 60 persen dari air yang dijual pedagang keliling.

Hernowo juga mengatakan, pemasangan perpipaan sambungan khusus membuat kasus pencurian air di Jakarta bisa semakin menurun. Sebab kebutuhan warga akan air terpenuhi.

Selama ini, menurut Hernowo, kasus kebocoran atau pencurian air yang cukup tinggi yakni terjadi di tanah-tanah sengketa. "Pada hakikatnya orang enggak mau mencuri, tapi karena kebutuhan mereka jadi mencuri," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved