Breaking News:

Berita Jakarta

Gandeng Pemkab Gorontalo dan Blitar, Anies Sebut Indonesia Terlalu Besar untuk Digarap Sendirian

Gandeng Pemkab Gorontalo dan Blitar, Anies Sebut Indonesia Terlalu Besar untuk Digarap Sendirian. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat menunjukkan dokumen kerja sama, di Balai Kota DKI pada Kamis (21/10/2021). 
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama antar daerah dengan Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Blitar pada Kamis (21/10/2021).
Untuk Pemkab Gorontalo, DKI masing-masing mengembangkan potensi daerah dan peningkatan pelayan publik, sedangkan Pemkab Blitar menyediakan kebutuhan pangan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerja sama ini dilakukan untuk membantu pemerintah pusat dalam percepatan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.
Kata dia, Indonesia terlalu besar untuk digarap sendirian tanpa melibatkan instansi lain.
“Pemerintah pusat telah menjalankan berbagai macam program. Nah, kita di daerah mendukung dengan percepatan ekonomi melalui kerja sama antar daerah seperti ini. Melalui hal ini kita berharap bisa berjalan bersama secara berkelanjutan, dengan saling memberikan manfaat,” kata Anies berdasarkan keterangannya pada Kamis (21/10/2021).

Anies berpesan, agar kerja sama ini dapat dijalankan dengan baik. Pengelolaannya jugaharus dioperasikan dengan mekanisme pasar yang baik, sehingga kerja sama dapat terus dilakukan untuk jangka waktu yang lama.

Baca juga: PDIP Khawatir Anies tak Fokus Menuntaskan Program Kerja, pasca Deklarasi Jadi Capres 2024

Baca juga: Ariza Hormati Hak Politik Anies Baswedan Terkait Deklarasi Dukungan Anies For Presiden 2024

“Kami mendorong BUMD sebagai ujung tombak penyedia supply, sedangkan SKPD bertugas sebagai pengajuan demand, sehingga stabilitas porsi kerja berjalan sesuai jalurnya,” ujarnya.

“Inilah mekanisme pasar yang kita inginkan. Semoga kita di Jakarta, Blitar dan Gorontalo bisa saling merasakan manfaat. Kita juga bisa mewujudkannya secara nyata, melalui kerja sama yang berlandaskan keadilan sosial,” tambahnya.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan dalam situasi pandemi ini, sistem perekonomian di tiap-tiap daerah pasti mengalami perubahan yang signifikan. Oleh karena itu kerja sama dengan DKI Jakarta sangat vital dan diperlukan, sebagai pusat perekonomian nasional.

“Potensi antardaerah sangat penting untuk kolaborasi antardaerah dalam memenuhi kebutuhan, terutama dalam menghadapi situasi pandemi. Potensi kami di bidang pertanian, khususnya jagung dan kami di bidang peternakan sapi dikembangkan, ini bisa menjadi awal kerja sama kami dengan DKI,” ujar Nelson.

Sementara itu Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan kerja sama antardaerah bisa menjadi ajang diskusi, agar masing-masing pemerintahan daerah bisa saling menguatkan potensi wilayahnya. Hal ini akan menimbulkan hubungan timbal balik yang positif antarwilayah, serta membahagiakan warganya.

“Kami butuh kerja sama untuk menghadapi berbagai permasalahan, seperti ternak di wilayah kami di Blitar, yakni kebutuhan pakan berbasis jagung. Kami juga fokus mengembangkan hasil olahan ternak seperti telur dan budi daya ikan koi,” ujar Rini.

“Kami juga berharap, potensi kerja sama daerah ini tidak hanya memfokuskan ciri khas daerah masing-masing, namun bisa saling bertukar produk,” lanjut dia.

Baca juga: Pengamat Sebut Deklarasi Anies For Presiden yang Tanpa Partai, Berisiko

Baca juga: ANIES: Kami Harap Presiden Baru yang Dilantik pada 20 Oktober 2024 Anies Baswedan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggandeng Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memasok daging sapi 100 ekor setiap hari.
Perjanjian itu bahkan telah dieksekusi kedua belah pihak di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (17/6/2021) lalu.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, kerja sama ini dilakukan melalui sistem antar bisnis (B to B) antara BUMD DKI Jakarta PD Dharma Jaya dengan BUMD Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Global Gemilang (3G). Dia menargetkan, pengiriman daging sapi potong 100 ekor akan dimulai pada Agustus 2021 mendatang.

Nelson sengaja menyasar Jakarta karena menjadi pintu gerbang negara Indonesia dengan status Ibu Kota.
Apalagi kebutuhan daging di Jakarta cukup tinggi, sekitar 700 ekor per hari.

Menurutnya, kerja sama ini juga dapat membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Gorontalo, karena akan ada lebih banyak rumah pemotongan hewan (RPH) di sana yang membutuhkan banyak pekerja.
Selain itu, kerja sama tersebut juga sejalan dengan konsep kolaborasi yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kotanya.

“Jakarta ini ruang yang paling besar untuk menjadi Pasar Indonesia, sehingga kami dari Kabupaten Gorontalo yang ada di wilayah Indonesia Timur memandang ini adalah pasar yang baik untuk kami,” ujar Nelson di bilangan Jakarta Pusat pada Sabtu (19/6/2021) petang.

Menurutnya, Kabupaten Gorontalo terkenal dengan peternakan sapi dan penghasil jagung sebagai pakan ternak.
Dari yang awalnya 10.000 ekor sapi pada lima tahun lalu, Kabupaten Gorontalo bisa memiliki 200.000 ekor sapi yang kini rutin dipasok ke wilayah Kalimantan.

Lantaran stok sapi di Kabupaten Gorontalo melimpah, Nelson lalu membidik pasar Jakarta untuk membantu memasok kebutuhan daging sapi 100 ekor per hari atau 3.000 ekor dalam sebulan.
“Daging yang kami kirim dalam bentuk sapi potong, bukan sapi hidup. Pertimbangannya, kalau mengirim dalam bentuk hidup bisa membutuhkan waktu 10 hari lewat jalur laut, dan daging bisa menjadi susut,” katanya. (faf)
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved