Breaking News:

Dianiaya Suami dan Ditelantarkan, Wanita Panama Bersama 2 Anaknya Minta Bantuan Presiden Jokowi

Wanita asal Panama dan dua anaknya meminta bantuan Presiden Joko Widodo karena diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga oleh sang suami.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Max Agung Pribadi
istimewa
Wanita asal Panama dan kedua anaknya mengadu ke Presiden Joko Widodo karena mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan ditelantarkan sang suami. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Seorang pria berinisial PSV diduga menganiaya mantan istrinya berinisial R dan dua anaknya yang masih berusia 11 tahun serta tiga tahun.

R merupakan warga asal Panama yang mendapat kekerasan secara fisik dan verbal dari PSV.

Kuasa hukum R, Elza Syarief mengatakan, selain dugaan penganiayaan, PSV juga sudah menelantarkan kedua anaknya.

Baca juga: Tidak Terima Nafkah Selama Menikah, Intan Ratna Juwita Juga Jadi Korban Tindak KDRT Maell Lee

"Selama berumah tangga, PSV tidak pernah memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri dan anak-anaknya," kata dia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2021).

Menurut Elsa, sesuai keterangan kliennya, PSV ini sering mabuk-mabukan dan sudah berselingkuh dengan wanita lain.

R sudah melaporkan kejadian ke Polda Metro Jaya pada 27 Juni 2019 atas dugaan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dialaminya.

Baca juga: Jonathan Frizzy dan Istrinya Berdamai, Keduanya Cabut Laporan Polisi soal Tudingan KDRT

Laporannya diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan nomor TBL/3878/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimum.

Atas kasus itu, PSV sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Tapi yang menjadi kejanggalan Elza adalah kasus itu dihentikan secara tiba-tiba dengan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) dengan nomor B/14679/IX/RES.1.24/2020/Direskrimum.

Baca juga: Terlibat KDRT pada Istri dan Anak Kandung, Pejabat Polri Jalani Sidang Kode Etik dan Dimutasi

Dengan ada ketetapan SP3 itu, R tetap berusaha menempuh jalur hukum dengan cara praperadilan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved