Breaking News:

Brigadir NP, Polisi Yang Banting Mahasiswa Kena Sanksi Penahanan 21 Hari

Penetapan bersalah kepada Brigadir NP diberikan, usai Polda Banten dan Polresta Tangerang menggelar sidang disiplin

Warta Kota/ Gilbert Sem Sandro
Konfrensi pers hasil gelaran sidang disiplin terhadap Brigadir NP, oknum polisi yang melakukan aksi kekerasan kepada salah seorang mahasiswa yang berunjuk rasa, yaitu Fariz. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN -- Brigadir NP, oknum kepolisian yang membanting Fariz, salah seorang mahasiswa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bupati Tangerang beberapa waktu lalu, resmi ditetapkan bersalah, Kamis (21/10/2021).

Penetapan bersalah kepada Brigadir NP diberikan, usai Polda Banten dan Polresta Tangerang menggelar sidang disiplin terhadap Brigadir NP yang langsung disupervisi oleh Divisi Propam Mabes Polri.

Sidang dipimpin langsung oleh Kapolresta Tangerang, KBP Wahyu Sri Bintoro selaku Atasan Hukum (Ankum) yang berwenang penuh.

Sidang juga dihadiri oleh mahasiswa yang mendapat perlakuan kekerasan, Fariz dengan didampingi tiga orang temannya.

Baca juga: Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Mahasiswa Yang Dibanting Brigadir NP Sudah Diperbolehkan Pulang

Baca juga: Mahasiswa Yang Dibanting Brigadir NP: Masih Nyeri di Dada, Leher, dan Kepala

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, Brigadir NP diputuskan bersalah, karena melanggar peraturan disiplin anggota Polri.

Akibat perbuatannya, Brigadir NP dikenakan sanksi berat secara berlapis, mulai dari penahanan selama 21 hari, mutasi, dan juga teguran secara tertulis.

"Brigadir NP diberi sanksi terberat secara berlapis mulai dari penahanan di tempat khusus selama 21 hari, mutasi yang bersifat demosi menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan, serta memberikan teguran tertulis yang secara administrasi akan mengakibatkan Brigadir NP tertunda dalam kenaikan pangkat dan terkendala untuk mengikuti pendidikan lanjutan," ujar AKBP Shinto Silitonga saat menggelar konfrensi pers di Polresta Tangerang, Kamis (21/10/2021).

Shinto menerangkan, sanksi berlapis yang ditetapkan kepada Brigadir NP, sesuai dengan perintah dari Kapolda Banten, yakni akselerasi penegakan hukum terhadap Brigadir NP.

Baca juga: Senator: Smackdown Brigadir NP Mengerikan, Bayangan Saya Korban Lumpuh, Gegar Otak atau Koma

"Putusan sidang ini menjadi representasi ketegasan Kapolda Banten dalam menindaklanjuti pelanggaran anggota secara cepat, efektif, transparan dan berkeadilan," terang Shinto.

Lebih lanjut Shinto menjelaskan, hal-hal yang memberatkan sanksi terhadap Brigadir NP pasca perlakuannya yang viral di sosial media men-smackdown Fariz.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved