PPKM

Berkaca dari Kaburnya Selebgram Rachel Vennya, Satgas Karantina Harus Ada di Tiap Pintu Kedatangan

Polda Metro akan membentuk Satgas Karantina untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dari luar negeri yang berupaya tak memenuhi kewajiban karantinanya.

Tribun/Bayu Indra
Satgas karantina diusulkan bisa dihadirkan di setiap pintu masuk kedatangan atau entry point  pelaku perjalanan dari luar negeri ke Indonesia. Foto dok: Selebgram Rachel Vennya (merah) saat hadir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021) siang. 

Rachel Vennya akhirnya muncul ke publik, akui kabur dari karantina karena rindu anak-anaknya, kini siap terima sanksi. (Tangkap layar Youtube Boy William, BW)

"Alasan aku gak bisa diterima, tapi emang alasan aku itu karena aku pingin ketemu sama anak-anak. Tapi, itu bukan alasan yang tepat," tutur Rachel.

"Terlalu berpikir pendek juga sih, harusnya emang gak kaya gitu. Aku minta maaf apapun itu alasannya."

"Mau alasan aku emang kangen sama anak-anak aku, aku gak mau sebenarnya dijadiin kaya suatu pembenaran, tapi emang saat itu kenyataannya seperti itu," imbuhnya.

Rachel menegaskan, kaburnya ia dari kewajiban karantina tidak berkaitan dengan statusnya sebagai seorang selebgram atau influencer.

Baca juga: Polisi akan Membongkar Mafia Karantina Covid yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Pademangan  

Ia menegaskan apa yang dilakukannya adalah murni kesalahannya sendiri sebagai warga negara Indonesia.

"Nggak sih, aku nggak merasa bahwa itu adalah privilege aku. Gak ada yang bilang kalau, 'Aku Rachel Vennya, makanya bisa skip karantina'. Itu nggak ada."

"Emang aku as person salah dan aku lalai dalam melakukan kewajiban aku sebagai warga negara Indonesia," tegasnya.

Karena itu, saat ditanya Boy William apakah Rachel merasa malu dengan kejadian ini, ia mengakuinya.

"(Malu) banget sih," ujarnya singkat.

Lebih lanjut, Rachel mengungkapkan kronologi dirinya pergi ke Bali.

Ia membantah kabar beredar yang mennyebut dirinya rela kabur dari karantina untuk menggelar pesta ulang tahun.

Rachel sendiri baru pergi ke Bali pada 25 September 2021 sore, delapan hari setelah ia tiba di Indonesia.

"Birthday party aku itu, gimana ya jelasinnya. Aku pulang dari US itu tanggal 16 September, aku sampai di Indonesia tanggal 17 September."

"Harusnya aku karantina dari tanggal 17 sampai tanggal 25 September. Nah tanggal 25 September sore itu aku baru ke Bali," ungkapnya.

"Kalau narasinya aku kabur karantina untuk merayakan ulang tahun aku di Bali, enggak, enggak seperti itu. Tapi, kabur karantina itu betul," tegasnya.

Fakta Soal Bawa Anak ke Bali

Tak hanya soal kabur dari karantina, Rachel juga meluruskan kabar soal ia bisa membawa terbang kedua anaknya yang masih di bawah umur.

Padahal, seperti yang diketahui, sesuai Surat Edaran Nomor 62 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), anak di bawah usia 12 tahun tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri.

"Pelaku perjalanan Orang/Penumpang dengan usia dibawah 12 (dua belas) tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota," bunyi aturan tersebut.

Terkait hal itu, Rachel menjelaskan, ia bisa mengajak kedua anaknya pergi ke Bali menggunakan pesawat karena telah mengantongi surat tugas.

Surat tugas itu, kata Rachel, didapat dari agensi travel yang mengajaknya kerja sama.

"Itu juga bukan privilege aku, orang mungkin ngelihatnya aku berbuat curang (nyogok), aku bisa bawa anak-anak aku."

"Karena, aku tanggal 26 September itu aku emang ada kerja sama suatu travel agent untuk YouTube, di mana aku membawa seluruh keluarga aku," terangnya.

"Dari situ, aku dapat surat tugas dari travel agent tersebut bahwa izin flight untuk terbang bersama anak-anak aku dan izin itu disetujui sama maskapainya."

"Jadi, misal kita mau flight dan ada surat tugas dari perusahaan manapun kita bekerja, itu diperbolehkan," tambahnya.

Terkait kronologi ia kabur karantina, Rachel enggan membeberkannya.

Lantaran, menurutnya, ia harus menceritakan kejadian selengkapnya saat memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Kamis (21/10/2021).

Polda Metro Jaya memang menjadwalkan memanggil Rachel untuk konfirmasi kasus ini padsa Kamis lusa.

Kendati demikian, Rachel menegaskan dirinya sama sekali tidak menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, seperti kabar yang beredar.

Begitu juga soal kabar yang menyebutkan ia minta satu kamar dengan Salim Nauderer.

Pasalnya, Rachel memang tidak menjalani masa karantina sama sekali.

"Aku nggak bisa sebutin kronologinya seperti apa, karena aku harus memberitahukan kronologi pertamanya itu di Polda ya, Kak."

"Tapi, aku tidak karantina sama sekali di Wisma Atlet. Jadi aku tidak minta sekamar juga. Karena kenyataannya aku tidak karantina sama sekali," jelasnya.

Rachel pun mengaku menyesali perbuatannya,

"Yang pasti sih aku nyesel," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan pihaknya sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada Rachel Venya, untuk dimintai keterangannya, Kamis (21/10/2021).

"Kamis depan kami panggil untuk dimintai keterangan atau klarifikasi," kata Yusri Yunus ketika dihubungi awak media, Sabtu (16/10/2021).

"Rencananya jam 10 pagi," tambahnya.

Yusri menyebut bahwa pihak Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman kasus dugaan kaburnya Rachel Venya dari karantina di Wisma Atlet Pademangan, yang diduga dibantu oleh oknum TNI.

"Masih penyelidikan kasusnya untuk saat ini," ungkapnya. (Antaranews/Tribunnews)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Bersalah Rachel Vennya Kabur Karantina, Minta Maaf, Sebut Nama Dua Pejabat Negara

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved