PPKM

Berkaca dari Kaburnya Selebgram Rachel Vennya, Satgas Karantina Harus Ada di Tiap Pintu Kedatangan

Polda Metro akan membentuk Satgas Karantina untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dari luar negeri yang berupaya tak memenuhi kewajiban karantinanya.

Tribun/Bayu Indra
Satgas karantina diusulkan bisa dihadirkan di setiap pintu masuk kedatangan atau entry point  pelaku perjalanan dari luar negeri ke Indonesia. Foto dok: Selebgram Rachel Vennya (merah) saat hadir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021) siang. 

Rachel mengaku tidak ingin ada yang mencontoh sikapnya.

Ia juga tak ingin memberikan pembelaan karena tahu apa yang dilakukannya memang salah.

Sebelumnya,Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, selebgram Rachel Vennya harus kembali ke karantina dan dihukum.

Hal itu merespons, kaburnya Rachel saat menjalani karantina Covid-19 usai berpergian ke Amerika Serikat.

"Harusnya dia (Rachel) segera masuk karantina lagi. Dia harusnya masuk karantina lagi dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," ujarnya ketika berada di Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021).

Ia pun menyesalkan kasus tersebut, lantaran karantina harus dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari risiko penularan virus corona.

Baca juga: Polisi Bakal Cecar Selebgram Rachel Vennya yang Kabur dari Kewajiban Karantina, Pasal Pidana Menanti

Siap Terima Risiko Kesalahan

Selain itu, Rachel mengaku siap menerima risiko apapun yang terjadi ke depannya.

"Aku juga nggak mau ada yang mencontoh kelakuan aku sekarang, ini bukan hal yang bisa dibenarkan, dan aku nggak ada pembelaan dan pembenaran dalam hal ini, sama sekali," katanya.

"Dan aku itu siap untuk menerima sanksi dan konsekuensi yang akan terjadi ke depan. Aku akan jalanin itu semua," pungkasnya.

Alasan Tak Jalani Karantina

Rachel menyebut ia kabur dari karantina bukan demi menggelar pesta ulang tahun, melainkan karena dua buah hatinya.

"Betul, aku pulang dari Amerika dan aku gak menjalani karantina seperti yang seharusnya pemerintah anjurkan."

"Perlakuan aku ini salah dan gak ada pembenaran sama sekali, alasan aku juga ga bisa dibenarkan sama sekali."

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved