Breaking News:

Kabar Jakarta

Sembilan RW di Kelurahan Kampung Melayu, Patungan Rp 10.000/Orang untuk Beli Ambulans

Kesulitan warga di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, mencari ambulans akan tertanggulangi.

Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Mobil ambulans 'dari warga untuk warga' hasil patungan dari sembilan RW dan donatur Yayasan Bangun Anak Jakarta. Diresmikan di SMPN 26 Jakarta pada Rabu (20/10/2021), siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Kesulitan warga di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, mencari ambulans akan tertanggulangi. Dengan bergotong royong warga di sembilan RW patungan  Rp 10.000 per orang untuk membeli mobil dan dijadikan ambulans. 

Mobil ambulans gratis untuk seluruh warga di sembilan RW yang masuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Kampung Melayu. Peresmian ini dilakukan di SMPN 26 Jakarta pada Rabu (20/10/2021), siang.

Menurut Syamsudin, Ketua Badan Pengelola Ambuluans Kelurahan Kampung Melayu, pengadaan ambulans gratis ini dilatarbelakangi dari banyaknya kasus Covid-19 di bulan Juni dan Juli lalu. 

"Banyak orang yang masuk rumah sakit dan meninggal dunia, maka kita terinisiasi dan bekerja sama dengan Yayasan Bangun Anak Jakarta, kita berkolaborasi menjadikan sebuah ambulans," kata Syamsudin saat ditemui di lokasi. 

Baca juga: Cerita Warga Gunung Putri Pake Mobil Ambulans untuk Ikut Vaksin Drive Thru di Tol Jagorawi

Baca juga: Bandara Soetta Sediakan Layanan Ambulans Terbang, Antar Cepat Pasien ke Rumah Sakit di Jabodetabek

Ia mengatakan, pengadaan mobil ambulans ini merupakan hasil urunan dari sembilan RW yang ada di Kelurahan Kampung Melayu.

Tiap-tiap jiwa ditarik dana sebesar Rp. 10.000 hingga terkumpul dana sebesar Rp. 170 juta dalam jangka waktu empat bulan. Terhitung sejak bulan Juni, Juli, Agustus, September dan dirilis pada bulan Oktober. 

"Kita juga konsultasi kepada warga dan ternyata mereka sangat setuju. Hanya Rp 10.000 sekali, cukup sekali. Per jiwa Rp 10.000," sambung Syamsudin. 

Pada acara peresmian tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Hendra Hidayat. Pada kesempatan tersebut, ia mengapresiasi jajaran RT, RW, dan pengurus Kelurahan Kampung Melayu perihal pengadaan ambulans 'dari warga untuk warga'. 

Mobil ambulans 'dari warga untuk warga' hasil patungan dari sembilan RW dan donatur Yayasan Bangun Anak Jakarta. Diresmikan di SMPN 26 Jakarta pada Rabu (20/10/2021), siang. (1).
Mobil ambulans 'dari warga untuk warga' hasil patungan dari sembilan RW dan donatur Yayasan Bangun Anak Jakarta. Diresmikan di SMPN 26 Jakarta pada Rabu (20/10/2021), siang. (Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu)

"Karena kita kalau mengharapkan atau mencari bantuan ambulans dari Pemerintah rasanya perlu waktu juga. Tapi kalau tersedia di RW ke Kelurahan itu insyaallah penanganan kepada warga yang membutuhkan bisa cepat tertangani terutama yang sakit," kata Hidayat di SMPN 26 Jakarta. 

Ia berharap, mobil ambulans gratis ini dapat mempemudah warga Kelurahan Kampung Melayu untuk penanganan orang sakit, ibu hamil, pengantaran jenazah maupun pasien Covid-19. 

Baca juga: Cara Dapatkan Fasilitas Ambulans untuk Bantuan Darurat, Cukup Lewat Aplikasi Jaki

"Nanti akan saya sampaikan ke seluruh lurah di Jakarta Timur untuk mencontoh Kelurahan Kampung Melayu. Tiap-tiap warga patungan Rp 10.000. Ini pertama kalinya di Jakarta Timur. Mudah-mudahan ada yang kedua. Aamiin," harap Hidayat. 

Mobil ambulans dengan Jenis Daihatsu Grand Max berwarna putih dengan garis warna orange itu rencananya akan disiagakan di Kantor Kelurahan Kampung Melayu. Di dalam mobil ambulans sudah tersedia tabung oksigen dan sebuah tandu warna oranye. 

Mobil ambulans 'dari warga untuk warga' hasil patungan dari sembilan RW dan donatur Yayasan Bangun Anak Jakarta. Diresmikan di SMPN 26 Jakarta pada Rabu (20/10/2021), siang. (2)
Mobil ambulans 'dari warga untuk warga' hasil patungan dari sembilan RW dan donatur Yayasan Bangun Anak Jakarta. Diresmikan di SMPN 26 Jakarta pada Rabu (20/10/2021), siang. (Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu)

Perihal dana perawatan dan operasional, Syamsudin menyebut akan menarik dana dari pihak RT dan RW sebesar Rp 20.000 per bulan. Masih menurut Syamsudin, relawan ambulans akan diambil dari tiap-tiap RW. 

"Satu tenaga medis dan satu orang driver per RW. Habis lauching ini, kita akan adakan pelatihan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Ambulans akan diprioritas untuk warga Kelurahan Kampung Melayu dulu karena kita cuma punya satu," pungkas Syamsudin. (M29). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved