Breaking News:

Investasi Bodong

Polres Metro Jakbar Buka Posko Pengaduan Investasi Bodong Agar Pelaku Dihukum Lebih Berat

Polres Metro Jakarta Barat membuka posko pengaduan investasi bodong untuk masyarakat yang merasa ditipu oleh wanita berinisial PAN (28).

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/ Miftahul Munir
Kanit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Fahmi Fiandri mengatakan, posko pengaduan ini dibuat karena pihaknya menduga korban investasi bodong lebih dari tujuh orang, Rabu (20/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat membuka posko pengaduan investasi bodong untuk masyarakat yang merasa ditipu oleh wanita berinisial PAN (28).

Kanit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Fahmi Fiandri mengatakan, posko pengaduan ini dibuat karena pihaknya menduga korban investasi bodong lebih dari tujuh orang.

Sehingga, untuk menjerat pelaku dengan hukuman lebih berat lagi, pihaknya perlu adanya laporan seluruh korban.

"Karena dari tujuh korban yang kami sudah mintai keterangan ini kerugian secara keseluruhan itu sekira Rp, 1,28 miliar," ujar dia saat dikonfirmasi, Rabu (20/10/2021).

Pelaku ini, kata Fahmi memiliki keahlian bersilat lidah, karena dengan iming-imingan dari pelaku, para korban akhirnya berminat investasi.

Terlebih, wanita itu mantan Teller di bank dan sering berkomunikasi dengan nasabah.

Baca juga: Polres Metro Jakbar Ciduk Pelaku Investasi Bodong, Korbannya Rugi Miliaran Rupiah

Namun demikian, kata Fahmi para korban tidak menyadari kalau uang investasi yang diberikan ke pelaku masuk ke rekening pribadi bukan atas nama Maybank.

"Jadi ketika ditagih uangnya sama para korban, pelaku menghilang, nomor teleponnya sudah tidak aktif," jelas dia saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Unit Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat menangkap perempuan berinisial PAN(28) di Aparteman kawasan Jakarta Selatan pada Senin (18/10/2021) kemarin.

Ia ditangkap atas kasus investasi bodong dengan menyasar para korbannya adalah sejumlah perusahaan besar.

Baca juga: Laporan Kasus Dugaan Investasi Bodong Mandek, Alvin Lim Minta Ketegasan Kapolda Metro Jaya

Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, modusnya pelaku mendatangi perusahaan menawarkan investasi bodong dengan keuntungan sebesar tujuh sampai 11 persen pertiga bulan.

Pelaku juga mencatut dokumen Maybank dan untuk meyakinkan korbannya saat deposit Rp, 10 juta, korban diberi emas satu gram.

Pelaku mengaku memiliki jabatan di Maybank adalah Brand Manager bank swasta tersebut dan membuat kartu nama palsu.

Baca juga: VIDEO Pelaku Investasi Bodong Ditangkap, Pakai Uang Korban untuk Plesir Ke Luar Negeri

"Kasus ini terjadi pada 2018, kemudian di laporkan pada 2019 dan kami terus melakukan penyelidikan dan pelaku berhasil ditangkap," ujar dia, Selasa (19/10/2021). (m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved