Breaking News:

Investasi Bodong

Polisi Hadapi Kendala Nomor Telepon dan Sosmed tak Aktif saat Memburu Pelaku Investasi Bodong

Ternyata tak mudah bagi polisi mengungkap kasus investasi bodong. Berbagai kendala dihadapi penegak hukum tersebut.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi - Petugas kepolisian menghadapi hambatan saat mengungkap kasus investasi bodong. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tersangka penipuan investasi bodong berinisial PAN (28) dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat pada tahun 2019 silam.

Setelah dilakukan proses penyelidikan, polisi kemudian memburu pelaku ke sejumlah tempat.

Namun, PAN selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran aparat kepolisian atas kasus investasi bodong.

Baca juga: Ciduk Kader Partai Golkar Lagi, KPK: Kami Tidak Berpolitik, Ini Murni Kasus Hukum

Kanit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat, AKP Fahmi Fiandri mengatakan, pihaknya sempat kesulitan mencari keberadaan pelaku.

"Karena ketika kami kejar ke apartemannya di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, dia sudah tidak ada di sana," kata Fahmi saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Rabu (20/10/2021).

PAN menyewa dua unit Aparteman di lokasi berbeda dari hasil penipuan kepada tujuh korban.

Selain menyewa dua unit Aparteman, PAN menggunakan uang tersebut untuk jalan-jalan ke Singapura, Malaysia dan beberapa negara lainnya.

Pelaku ini diibaratkan seperti tupai yang pandai melompat tapi pada akhirnya jatuh juga.

Karena pelaku sudah kabur bertahun-tahun dan tidak kembali ke rumahnya di Daerah Tegal, Jawa Tengah, tapi dapat ditangkap polisi.

"Kami dapat informasi dia balik ke Tegal terus kami kejar ke san, kata orang tuanya dia sudah enggak pulang selama 1,5 tahun," ujar Fahmi.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved