Breaking News:

Merasa Dirugikan, Viani Resmi Layangkan Gugatan ke PSI, Elva: Kami Punya Bukti-bukti

Viani mengaku, dirinya tidak ingin mengajukan gugatan. Namun tudingan penggelembungan dana reses benar-benar telah menyakiti perasaan.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Agus Himawan
DOK. PSI Jakarta
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Viani Limardi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Viani Limardi resmi menggugat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikarenakan telah melemparkan fitnah menggelembungkan dana reses kepada dirinya.

Viani resmi menggugat Rp 1 triliun kepada kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pembina, dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI. Gugatan teregistrasi dengan nomor: PN JKT.PST-102021KJM tertanggal 19 Oktober 2021.

Viani mengaku, dirinya tidak ingin mengajukan gugatan. Namun tudingan penggelembungan dana reses benar-benar telah menyakiti perasaan.

“Saya taat hukum. Apa yang menjadi kewajiban saya akan saya laksanakan. Begitu pula dengan hak. Sebagai warga negara sama-sama kita patuhi hukum dan UU yang berlaku,” ucap Viani pada keterangan tertulisnya Rabu (20/10/2021).

Dengan adanya gugatan tersebut, perempuan kelahiran Surabaya itu berharap, akan muncul keadilan. “Saya tidak akan mundur selangkah pun. Ini sudah menyangkut nama baik saya, karier politik, dan keluarga saya. Kita buktikan di persidangan. Semoga Tuhan beserta kita dan kebenaran bisa terbuka,” ucap Viani.

Baca juga: PSI Persilakan Viani Limardi Gugat Ajukan Gugatan Rp 1 Triliun karena Tak Terima Dipecat

Viani merasa pemecatan dirinya dari PSI dengan alasannya adalah sebuah kejahatan dengan maksud membunuh karakternya.

Menurutnya, pembunuhan karakter ini yang merusak citranya, keluarga besar dan merugikan dirinya yang selama ini ikut membesarkan PSI di DKI Jakarta.

Menurut Viani, tudingan penggelembungan dana reses adalah bentuk fitnah yang tidak bisa dibiarkan. “Ini telah merugikan karir saya, nama keluarga besar saya, termasuk warga DKI Jakarta. Penggelembungan dana reses itu fitnah,” ucap Viani.

Dengan demikian, kata dia, wajar kiranya dirinya melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum. “Karena ini upaya merusak karier politik saya, maka saya tidak tinggal diam, kita tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Baca juga: DPRD DKI Tidak Temukan Penggelembungan Dana Reses Viani Limardi

Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina mengatakan PSI siap menghadapi gugatan yang diajukan mantan kadernya, Viani Limardi.

Menurutnya, pemecatan tidak dilakukan sepihak tapi telah melewati proses evaluasi panjang mulai dari DPW PSI DKI Jakarta, Direktorat Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif PSI, Tim Pencari Fakta (TPF), dan DPP PSI, termasuk meminta keterangan langsung dari Viani.

“Kami punya bukti-bukti kuat sebagai dasar pemecatan. Dengan menggugat ke Pengadilan sebenarnya Viani hanya akan semakin mempermalukan dirinya sendiri. Sudah cukup selama ini dia mempermalukan PSI dengan bertindak arogan,” ucap Elva pada keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

PSI pun menanggapi baik pengajuan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut.  Diharapkan proses pengadilan ini juga akan mengakhiri perang opini di media sosial yang hanya membuat kebingungan di masyarakat. Ia juga memastikan PSI akan hadir dan mengikuti seluruh proses pengadilan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved