Breaking News:

Lifestyle

Asyik di Depan Layar, Jangan Lupa Sering Berkedip agar Cegah Mata Kering

Berkedip kadang dianggap gerakan relfeks. Namun, terlalu asyik menatap layar, menyebabkan mata jadi 'lupa' berkedip

WARTA KOTA/IGN AGUNG NUGROHO
Terlalu lama di depan layar gadget akan menyebabkan mata kering 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Berkedip merupakan salah satu  gerakan relfeks. Namun, terlalu asyik menatap layar, menyebabkan mata jadi 'lupa' berkedip. Situasi tersebut jangan terus  menerus terjadi. Jarang berkedip bisa menyebabkan gangguan. Salah satunya mata kering.

Situasi pandemi Covid -19 hingga pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengharuskan kita lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Aktivitas di rumah pun kerap dilakukan seperti menonton televisi, membaca, dan menatap layar gawai dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Nah, tanpa kita sadari hal tersebut salah satunya berisiko pada kesehatan, yakni  terjadinya mata kering.

Baca juga: JEC-Orbita @ Makassar, Sentra Kesehatan Mata Berstandar Internasional di Makassar, Ini Keunggulannya

Baca juga: Gadget tidak Selamanya Buruk Bagi Anak, Berikut Kemampuan Anak yang Bisa Didapat saat Bermain HP

Dokter spesialis mata Jakarta Eye Center (JEC) Menteng dan Kedoya, dr. Damara Andalia Sp.M mengatakan, walau mata kering adalah penyakit yang sering ditemui, tapi sifatnya kompleks.

"Maka dari itu penting untuk mencari tahu secara detail penyebab dan faktor risiko dari mata kering agar dapat ditangani dengan baik sehingga tidak sampai mengganggu kualitas hidup," kata dokter Damara dalam diskusi virtual yang digelar Combiphar dengan tema "Kesehatan Tubuh Yang Prima Bantu Kurangi Risiko Mata Kering" pekan lalu. 

Dokter Damara menjelaskan, ada beberapa penyebab pasti dari mata kering. Salah satunya, pola hidup tidak sehat bisa memicu sindrom metabolik sekaligus berisiko mengakibatkan mata kering.

"Penurunan produksi dan kualitas air mata pada mata kering dapat menimbulkan komplikasi luka terbuka pada lapisan luar pelindung mata yakni kornea. Sehingga membuat penderita tidak nyaman, dan dapat mengalami depresi, gangguan tidur atau sakit kepala migrain," katanya.

Baca juga: Kegiatan Anak saat Libur Sekolah Minim Interaksi Gadget pada Masa Pandemi Virus Corona

Baca juga: Takut Kecanduan, Samuel Rizal Batasi Anak Bermain Gadget, Ini Caranya

Tidak hanya itu, saat mata menjadi kering terdapat perasaan nyeri seperti tertekan dan sensasi berpasir di bagian mata yang dapat menyebabkan robekan berlebihan pada kornea.

"Hal itu akan meningkatkan frekuensi berkedip serta refleks air mata yang lebih tinggi akan memengaruhi sel imun dan aliran darah sehingga rentan terjadi peradangan pada mata," kata dokter Damara lagi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved