Breaking News:

Pendidikan

20 Dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Dapat Beasiswa StuNed yang Diserahkan Nuffic Nesso

Nuffic Neso Indonesia serahkan beasiswa StuNed untuk 20 dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar. Beasiswa dalam bentuk pelatihan.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
20 Dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Dapat Beasiswa StuNed yang Diserahkan Nuffic Nesso. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - 20 Dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Dapat Beasiswa StuNed yang Diserahkan Nuffic Nesso 

Nuffic Neso Indonesia menyerahkan beasiswa StuNed dari pemerintah Kerajaan Belanda bagi 20 dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI).

Baca juga: Dapat Beasiswa StuNed, Komnas HAM Perkuat Penyelesaian Kasus Hak Asasi Manusia Berat di Indonesia

Pemberian beasiswa tersebut dalam bentuk Tailor Made Training (StuNed-TMT), berjudul “Experiential Learning in Legal Education”.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Asep Saefuddin Rektor UAI.

Baca juga: Forum Alumni Penerima Beasiswa 5.000 Doktor Kemenag dan Nuffic Neso Gelar Pelatihan Bahasa Belanda

Turut hadir Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia sebagai pengelola beasiswa StuNed, dan Wouter Werner, Director of the Centre for the Politics of Transnational Law, Vrije Universiteit dalam acara tersebut yang diselenggarakan secara daring, Selasa (19/10/2021).

Universitas Al Azhar Indonesia sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu.

Dalam rangka pengembangan pendidikan hukum, maka diupayakan berubah dari yang  cenderung doktrinal dan fokus pada teori dan konsep menjadi mengutamakan pentingnya pembahasan kasus hukum.

Baca juga: Nuffic Neso Orange Talk 5, Wamen Pertanian Yakinkan Dukung Milenial Berinvestasi di Sektor Pertanian

Selain itu juga mengutamakan praktik hukum sebagai satu kesatuan proses pembelajaran dengan memberikan experiential learning atau pendidikan berbasis praktek kepada mahasiswanya.

Baca juga: Perdalam Perlindungan Data Pribadi, Kemenkominfo Mendapat Beasiswa StuNed dari Belanda

Asep Saefuddin menyatakan bahwa pendidikan berbasis pengalaman sangat penting bagi negara Indonesia, sehingga dari yang berpusat kepada guru menjadi berpusat kepada siswa.

"Experiential learning ini tidak hanya untuk Fakultas Hukum, tetapi penting juga untuk bidang-bidang pembelajaran lainnya, serta bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Asep Saefudin.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved