Breaking News:

Warga Permata Buana Diduga Jadi Korban Persekusi, Walkot Jakbar Diminta Turun Tangan

Toni dan warga meminta, Bapak Wali Kota Jakbar membantu masalah di Jalan Pulau Panjang terkait pengaturan lalu linstas jalan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Istimewa
Rumah pelapor ditempeli poster yang mendatangi rumahnya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Hartono Prasetya alias Toni (64), warga Blok C-12 Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, yang diduga telah dipersekusi oleh sekelompok warga.

Toni lewat pengacaranya mengaku sudah membuat laporan ke Polres Metro Jakbar pada 3 Maret 2021 dengan nomor TBL/188/III/2021/PMJ/Restro Jakbar.

Sugiyanto yang mengaku kerabat Toni, menceritakan, Toni yang diduga menjadi korban persekusi.  Sebelumnya Toni bersama beberapa warga bersurat ke Walikota Jakarta Barat.

Dalam isi suratnya kepada Wali Kota Jakbar, kata Sugiyanto, Toni mengeluhkan pengaturan lalu lintas di kompleksnya.

Warga yang tinggal di Jalan Pulau Panjang, Kembangan, Jakbar, sulit mengeluarkan mobil, karena ramainya arus lalu lintas dari kiri dan kanan jalan.

“Intinya dari surat itu begini, Toni dan warga meminta, Bapak Wali Kota Jakbar membantu masalah di Jalan Pulau Panjang terkait pengaturan lalu linstas jalan,” kata Sugiyanto berdasarkan keterangannya pada Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Warga Perumahan Permata Buana Kembangan yang Merasa Dipersekusi, Bantah Tolak Mediasi

Menurutnya, diduga setelah Toni berkirim surat ke Wali Kota Jakbar, rumahnya langsung didatangi beberapa orang yang membawa tulisan dengan kata-kata yang tidak pantas. Misalnya,

"Usir Toni dari Permata Buana," dan "tinggal di hutan kalau mau sepi dan tidak mau bersosialisasi dengan tetangga dan warga".

Saat ini, menurut Sugiyanto, penanganan kasus sedang berjalan. Polisi telah memeriksa 11 saksi atas dugaan persekusi tersebut. “Saya percaya polisi akan profesional dalam menangani kasus ini," tegas dia.

Dia pun berharap, Wali Kota Jakarta Barat, merespons masalah ini dengan baik karena sebagai pengayom masyarakat tak boleh tinggal diam. “Saya minta agar kasus serupa tak terulang kebali di wilayah kerjanya,” kata dia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved