Virus Corona
Obat, Vaksin, dan Prokes Bisa Turunkan Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi
Ia mengatakan, saat ini perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan membaik diiringi, dengan cakupan vaksinasi yang kian meluas.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Strategi cakupan vaksinasi, obat untuk Covid-19, serta protokol kesehatan yang ketat, menjadi pembuka jalan agar pandemi menjadi endemi.
"Strategi obat, vaksin dan prokes, memang bisa menurunkan pandemi ke endemi," ujar Ketua Kelompok Kerja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan.
Hal itu ia sampaikan saat agenda pelatihan media terkait obat dan vaksin di masa pandemi Covid-19 yang diikuti secara virtual, Selasa (19/10/2021).
Baca juga: Lima Pekan Beruntun Indonesia Bebas Zona Merah Covid-19, Kuning dan Oranye Berkurang
Ia mengatakan, saat ini perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan membaik diiringi, dengan cakupan vaksinasi yang kian meluas.
"Makin banyak orang yang mengerti sadar dan waspada Covid-19 dengan memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dari kerumunan dan cakupan vaksinasi juga meningkat."
"Kita lihat kasus Indonesia di bawah 1.000 per hari," tuturnya.
Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 1 November 2021, Jakarta Membaik ke Level 2
Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan, sejumlah obat-obatan yang memiliki potensi ampuh melawan Covid-19 tengah menjalani uji klinis tahap 3.
Baik yang bersifat monoclonal antibodies (protein buatan yang meniru kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen berbahaya) seperti Bamlanivimab dan Etesevimab.
Serta juga obat-obatan yang bersifat antivirus seperti Molnupiravir, Proxalutamide, dan AT-527.
Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi Delapan, Bengkulu Sumbang Dua
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 17.374 orang per 18 Oktober 2021, dan sebanyak 142.952 orang meninggal.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 17 Oktober 2021, dikutip TribunTangerang dari laman Covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 860.146 (20.3%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 704.470 (16.6%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 483.948 (11.4%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 397.329 (9.4%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 157.619 (3.7%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 155.494 (3.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 132.037 (3.1%)
RIAU
Jumlah Kasus: 128.254 (3.0%)
BALI
Jumlah Kasus: 113.502 (2.7%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 109.322 (2.6%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 105.540 (2.5%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 89.643 (2.1%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 69.715 (1.6%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 63.364 (1.5%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 59.785 (1.4%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 53.806 (1.3%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 51.821 (1.2%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 49.456 (1.2%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 46.813 (1.1%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 45.413 (1.1%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 40.647 (1.0%)
ACEH
Jumlah Kasus: 38.192 (0.9%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 35.574 (0.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 34.522 (0.8%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 34.086 (0.8%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 29.708 (0.7%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 27.631 (0.7%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 23.079 (0.5%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 23.055 (0.5%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 20.078 (0.5%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 14.557 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 12.301 (0.3%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 12.045 (0.3%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 11.774 (0.3%). (Rina Ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/juru-bicara-tim-dokter-pasien-covid-19-rsup-persahabatan-erlina-burhan.jpg)