Breaking News:

Virus Corona

Molnupiravir, Obat Covid-19 dari Amerika Serikat Siap Diimpor Tiga Perusahaan Farmasi Indonesia

Tiga perusahaan farmasi di Indonesia bersiap mengimpor obat antivirus Covid-19 jenis Molnupiravir menyusul penyelesaian uji klinik fase 3 di AS.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Dokter Erlina Burhan mengatakan, Selasa (19/10/2021), ada tiga farmasi Indonesia yang mau impor obat Covid-19 Molnupiravir kalau ada izin BPOM dan izin edar. Foto dok: Erlina Burhan di RSUP Persahabatan, Minggu (8/3/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Setelah hampir dua tahun sejak virus corona atau Covid-19 ditemukan di Wuhan, China, belum ditemukan obatnya.

Sambil menunggu ditemukannya obat Covid-19, dunia menyambut gembira diproduksinya vaksin Covid-19. Mulai dari Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, hingga Moderna.

Kini, kabar gembira datang dari Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu telah berhasil melewati uji klinis tahap ke-3 obat Covid-19 Molnupiravir.

Tidak hanya itu, tiga perusahaan farmasi di Indonesia pun bersiap mengimpor obat antivirus Covid-19 jenis Molnupiravir tersebut menyusul penyelesaian uji klinik fase 3 produk tersebut di Amerika Serikat.

"Ada tiga farmasi Indonesia yang mau impor kalau ada izin BPOM dan izin edar. Setahun kemudian pun tidak masalah karena kita sedang butuh sekali," kata Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan di pelatihan awak media terkait obat dan vaksin yang diselenggarakan BPOM via Zoom di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Erlina mengatakan, produsen Molnupiravir, Merck, telah menyelesaikan tahap uji klinik fase 3 di Amerika Serikat dan sedang mengurus izin penggunaan darurat atau EUA dari Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat.

Baca juga: Erick Thohir Concern pada Obat Covid-19 dan Vitamin Meski Kasus Menurun

Baca juga: OBAT Covid-19 Ditimbun Demi Harga Naik, Azithromycin Normalnya Rp 35.000 Dijual Rp 700.000

"Kalau sudah keluar EUA-nya sudah boleh dipakai," katanya.

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu ingin melibatkan PDBI dalam melakukan uji klinik Molnupiravir di Indonesia.

"Untuk Indonesia, PDBI ingin lakukan uji klinik, apakah efikasinya bagus untuk masyarakat Indonesia atau tidak. Kalau bisa, kita lakukan (uji klinik) maka kita masukkan ke dalam pedoman yang dibuat," katanya.

Selain Molnupiravir, kata Erlina, obat antivirus lainnya adalah Proxalutamide.

Baca juga: Jual Obat Covid-19 di Atas HET, Empat Pegawai Apotek di Bekasi Terancam Dipenjara Lima Tahun

Saat ini tiga rumah sakit di Indonesia sedang melakukan penelitian obat buatan Suzhou Kintor Pharmaceuticals dari China itu.

"Salah satunya rumah sakit tempat saya bekerja (RS Persahabatan)," katanya.

Erlina mengatakan, proses penelitian Proxalutamide masih menunggu Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) dari BPOM.

Baca juga: BPOM Bantah Surat Edaran Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, LBH Kesehatan Minta Jokowi Turun Tangan

"Kalau dari lembaga etik kita sudah dapatkan izinnya," katanya.* (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved