Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Ini Sejumlah Hambatan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Salah Satunya Informasi Hoaks

Dari sekitar 425 juta dosis vaksin yang dibutuhkan untuk sasaran sebanyak 208,5 juta masyarakat Indonesia, baru terpenuhi sekitar 280 juta dosis.

Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, membeberkan sejumlah hambatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, membeberkan sejumlah hambatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Mulai dari ketersediaan vaksin Covid-19 yang terbatas, hingga beredarnya hoaks di tengah masyarakat.

"Kita sebenarnya ingin sekali menyelesaikan vaksinasi ini sesegera mungkin, karena kita memilki komitmen yang kita dan animo masyarakat juga cukup baik."

Baca juga: Lima Pekan Beruntun Indonesia Bebas Zona Merah Covid-19, Kuning dan Oranye Berkurang

"Tapi karena memang kita bukan produsen vaksin, terpaksa kita menunggu pengiriman vaksin dari berbagai negara produsen vaksin," kata Nadia dalam diskusi daring, Selasa (19/10/2021).

Ia mengatakan, dari sekitar 425 juta dosis vaksin yang dibutuhkan untuk sasaran sebanyak 208,5 juta masyarakat Indonesia, baru terpenuhi sekitar 280 juta dosis.

Serta, rencana kedatangan vaksin masih sering tidak sesuai rencana.

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 1 November 2021, Jakarta Membaik ke Level 2

"Artinya baru 55 persen, masih ada 235 juta dosis vaksin yang akan datang bertahap dari Oktober ini sampai Bulan Desember," ungkap perempuan berhijab ini.

Selain keterbatasan vaksin, hambatan lain adalah proses distribusi vaksin, apalagi Pfizer dan Moderna yang memiliki metode rantai dingin yang khusus.

"Ini yang juga menjadi tantangan kita," imbuhnya.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi Delapan, Bengkulu Sumbang Dua

Meski cakupan vaksinasi dosis pertama telah melampaui 50 persen dari target sasaran yang ada, pihaknya mengakui pekerjaan rumah vaksinasi ini masih ada.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved