Breaking News:

Capaian Vaksinasi Covid-19 Rendah, Kabupaten Tangerang Dikeluarkan dari Aglomirasi

Karena capaian vaksinasi Covid-19 rendah, pemerintah pusat mengeluarkan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar ditemui seusai menggelar rapat koordinasi percepatan Vaksinasi Covid-19 di Pendopo Bupati, Kota Tangerang, Selasa (19/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, Tangerang - Pemerintah Pusat mengeluarkan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Hal itu disebabkan karena, capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang masih menghambat penurunan status level PPKM Jabodetabek. 

Masih rendahnya capaian penyaluran Vaksinasi Covid-19 menjadi penyebab dikeluarkannya dua wilayah tersebut, karema dinilai menghambat penurunan status level penerapan PPKM Jabodetabek.

Baca juga: Ini Sejumlah Hambatan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Salah Satunya Informasi Hoaks

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan tidak mempermasalahkan keputusan yang disampaikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, hal itu menjadi pemacu bagi pihaknya agar lebih menggencarkan penyaluran Vaksinasi Covid-19 kepada warga Kabupaten Tangerang.

"Ya enggak ada masalah ya, memang apa yang mau di tanggapin, emang begitu datanya," ujar Zaki Iskandar saat diwawancarai usai menggelar rapat koordinasi percepatan Vaksinasi Covid-19 di Pendopo Bupati, Kota Tangerang, Selasa(19/10/2021).

Baca juga: Setelah Target Vaksinasi untuk Lansia Tercapai, Kabupaten Karawang Kembali Berlakukan PPKM Level 2

"Dengan keputusan ini, kita harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target vaksinasi yaitu, 70 persen," sambungnya.

Lebih lanjut Zaki menjelaskan, lambatnya penyaluran vaksinasi bagi masyarakat di wilayahnya disebabkan oleh minimnya tenaga kesehatan(nakes) yang dimiliki Pemkab Tangerang.

Hal itu dinilai Zaki menjadi kendala utama penyebab penyaluran vaksinasi yang baru mencapai 56,4 persen.

Pasalnya, ketersediaan nakes yang terbatas dan penyaluran vaksinasi tahap dua, disebut Zaki cukup menguras tenaga dan menyita waktu.

Baca juga: Pemkot Tangerang Targetkan 5.305 Anak Usia 12 Tahun Divaksinasi Covid

"Kendala yang membuat kita belum mencapai target vaksinasi itu ada di jumlah tenaga kesehatan terbatas," kata Zaki.

"Nakes yang terbatas cukup menyita waktu dari para tenaga kesehatan, karena harus menyuntik vaksin tahap dua, setelah itu sisanya untuk menyalurkan vaksin pertama," ungkapnya.

Oleh karena itu, Zaki kini menugaskan aparatnya untuk menggelar gerai-gerai vaksinasi tahap pertama pada tingkat RT dan RW.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga telah mendapat bantuan sebanyak 200 nakes yang berasal dari TNI, yang nantinya akan ditempatkan pada gerai vaksinasi.

"Sekarang kita sudah mendapat kiriman dari TNI, tenaga kesehatan kurang lebih sekitar 200 orang. Inilah yang nanti akan kita pergunakan di gerai-gerai RT RW pelaksanaan vaksinasi untuk dosis pertama," tutur Ahmed Zaki Iskandar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved