Breaking News:

Ayahanda Jonatan Christie Kecewa Merah Putih Dilarang Berkibar di Ceres Arena

Meski menjuarai Thomas Cup untuk ke 14 kalinya, bendera Merah Putih tak boleh dikibarkan di Ceres Arena

Warta Kota/ Muhamad Fajar Riyandanu
Andreas Adi Siswa, ayahanda dari salah satu atlet bulu tangkis nasional Jonatan Christie, Senin (18/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Indonesia menjadi juara Piala Thomas setelah menanti selama 19 tahun. Tim Merah Putih menumbangkan China 3-0 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) malam WIB.

Meski menjuarai Thomas Cup untuk ke 14 kalinya, bendera Merah Putih tak boleh dikibarkan di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, dalam seremoni penyerahan medali, trophy dan piala bergengsi.

Namun lagu Indonesia Raya masih diperbolehkan dikumandangkan dalam seremoni itu.

Karenanya ketika lagu Indonesia bergema di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu malam WIB, bendera Indonesia tidak dikibarkan dan diganti bendera PBSI.

Baca juga: Indonesia Juara Thomas Cup Tapi Merah Putih Tak Boleh Berkibar, Ini Kata Mantan Menpora

Baca juga: Indonesia Kena Sanksi Dari WADA, Roy Suryo: Ini Sangat Serius Bagi Dunia Olahraga

Para pemain, pelatih dan official, tidak memberi tanda hormat ke bendera saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Mereka hanya menaruh tangan kanan di dada mengiringi dikumandangkannya lagu Indonesia Raya.

Larangan pengibaran bendera Merah-Putih di ajang Piala Thomas 2020 tidak lepas dari sanksi yang dijatuhkan World Anti-Doping Agency (WADA) kepada Indonesia.

WADA menjatuhkan sanksi karena dianggap tidak mematuhi prosedur antidoping dalam hal ini adalah test doping plan (TDP) tahunan.

Baca juga: Buntut Sanksi WADA dan tidak Ada Merah Putih di Piala Thomas, Menpora Zainudin Amali Dituntut Mundur

Tak bisanya Sang Merah Putih berkibar di momen penyerahan Piala Thomas 2020 disayangkan oleh sejumlah atlet, kerabat atlet, hingga masyarakat luas.

Salah satu yang menyayangkan kejadian tersebut adalah Andreas Adi Siswa, ayahanda dari Jonatan Christie. Jojo, sapaan akrab Jonatan Christir adalah salah satu pemain kunci yang memastikan Indonesia menumbangkan China 3-0.

"Memang sangat disayangkan sekali, bahwa kelalaian itu, yang mengakibatkan kita juara tapi kita gak bisa mengibarkan bendera Merah Putih," kata Adi saat ditemui di rumahnya di Gang Mangga, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (18/10/2021) petang.

Sebagai bapak dari salah satu atlet berprestasi, Adi mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Sebagai orangtua, ia mengaku ingin melihat bendera Merah-Putih naik ke puncak tiang podium.

"Sebagai orang tua yang ingin anaknya jadi atlet, pingin lihat bendera Merah Putih naik. Jadi kejadian itu pasti bikin kecewa. Tujuan bawa-bawa Jonatan kecil itu jadi atlet, untuk mengibarkan bendera Merah Putih sembari lagu Indonesia Raya berkumandang," sambungnya.

Adi berharap kejadian serupa jangan sampai terulang kembali. Ia juga menyoroti kinerja Menpora beserta jajarannya untuk secepatnya melakukan evaluasi dan perbaikan.

"Kita harap kepada bapak Menpora atau jajarannya yang berwenang di situ, kami mohon agar hal ini jangan terulang lagi karena ini sangat merugikan kita. Kami mohon agar hal ini segera diperbaiki," kata Adi. (M29)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved