Breaking News:

Berita Video

VIDEO : Kabar Baik, Arab Saudi Buka Pintu Ibadah Bagi WNI, Tapi Ada Syaratnya

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa menteri kesehatan Arab Saudi sudah mengijinkan WNI memasuki tanah suci dengan satu syarat

Penulis: Alex Suban | Editor: Alex Suban
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah jemaah haji kloter pertama sujud dan berdoa usai turun dari pesawat Saudi Arabia saat tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Menteri Kesehatan beberapa tahun lalu Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kabar baik, bahwa Arab Saudi membuka pintu bagi WNI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kabar baik, bahwa Arab Saudi membuka pintu bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk datang dan beribadah di tanah suci.

Hal ini disampaikan Menkes saat jumpa pers hasil rapat terbatas evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/10/2021).

Dalam kesempatan itu Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa menteri kesehatan Arab Saudi sudah mengijinkan WNI memasuki tanah suci dengan satu syarat.

Simak Video Berikut :

Menteri Haji Arab Saudi menjamin WNI bisa memasuki negara itu setelah menjalani vaksinasi untuk vaksin jenis Sinovac, yang banyak digunakan di tanah air.

Namun pemerintah Arab Saudi memberikan syarat karantina selama lima hari di negara tersebut sebelum menjalankan aktivitas.

Menurut Menkes RI Budi Gunadi Sadikin hal ini disampaikan Menteri Haji saat mereka berbicara melalui sambungan telepon.

Baca juga: Arab Saudi Minta Tambahan Vaksin Penguat bagi Jemaah Umrah Asal Indonesia, Menlu Retno Keberatan

Baca juga: Arab Saudi Beri Izin Umrah, Anggota Komisi VIII: “Segera Persiapkan Persyaratannya.”

Budi Gunawan membuka kedekatannya dengan menteri Haji Arab Saudi, karena menteri tersebut tadinya adalah koleganya yang merupakan menteri kesehatan Arab Saudi dan saat ini dirotasi menjadi menteri urusan haji.

"Kebetulan Menteri Hajinya baru dan dia bekas menkes. Jadi temen saya itu baru dipromosi jadi menteri haji dari menteri kesehatan"

Dan saya sudah beberapa kali melakukan pembicaraan dan telpon dan meeting sekali di rumah dengan beliau dan beliau janji akan membantu. Sampai sekarang memang sinovac bisa dipakai tapi harus ada karantina, karantina lima hari kemudian bisa melakukan ibadah.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved