edukasi kesehatan

Jangan Marah Dulu, bila Pasangan Mulai Ogah-ogahan Diajak Aktivitas Seksual, Cari Penyebabnya

Hubungan seksual yang sehat dan menggairahkan  melibatkan kesehatan fisik dan jiwa pasangan.

Medical News Today
Ilustrasi pria mengalami gangguan reproduksi yang mengganggu hubungan intim dengan pasangannya. 

Dokter akan memeriksa semua parameter dari sindrom metabolik tersebut termasuk kadar hormon testosteron.

Menurunnya kadar testosteron sangat mempengaruhi aktivitas seksual seseorang.  Kadar testosteron yang normal antara 400-700 ng/dL (nanogram per desiliter).

Jika ditemukan kadar dibawah angka 400 ng/dL, artinya hormon tersebut sudah berkurang. Gangguan akan muncul, tidak hanya gangguan seksual tapi juga sindrom metabolik.

“Kalau tubuh tidak fit, akan kehilangan gairah seksual. Dorongan impulsif menurun, aliran darah menurun, pembuluh darah bermasalah. Akan jadi gangguan seksual,” tutur dr. Binsar.

Ia juga mengatakan, gangguan kebugaran tidak terjadi dalam waktu singkat. Penyakit yang berhubungan dengan gangguan seksual ini sifatnya kronis dan lama.

Jadi ketika ada seorang pria sakit selama dua minggu, belum tentu terjadi sindrom metabolik, dan berkurangnya kadar testosteron.

Baca juga: Larangan dan Anjuran Olahraga Bagi Penderita Hipertensi, Patuhi Demi Kesehatan Lebih Baik

“Gangguan kebugaran itu bersifat kronis dan penurunannya bertahap. Bila baru sakit dua minggu, tentu saja kadar testosteron tidak otomatis menurun. Namun bila sakitnya berhubungan dengan sindrom metabolik bisa berhubungan dengan penurunan hormon testosteron yang akan berujung pada gangguan seksual,” jelas dokter Binsar menjawab pertanyaan seorang ibu yang menyatakan ketika suaminya sakit dua minggu, tapi tetap rutin melakukan aktivitas seksual tanpa hambatan.

“Sakit diabetes, kolesterol tinggi adalah manifestasi kadar testosteron yang mulai menurun. Tapi tidak sebaliknya. Namun begitu si pria tersebut tidak menjaga pola makan, tidak diobati diabetesnya, akan memperberat penurunan kadar testosten,” ujar dr. Binsar.

Ia mengatakan, ketika seseorang menderita diabetes, selain menjaga pola makan serta minum obat penurun gula darah, perbaikan kadar testosterone juga dapat membantu. Walaupun tidak bekerja dalam waktu singkat. Butuh proses.

Dokter Binsar menjelaskan, ketika kadar hormon testosteron menurun dan ingin diberi tambahan dari luar, tidak akan menghambat dan juga menambah efek obat tersebut.

“Tidak ada interaksi yang merugikan ketika seorang pria minum obat darah tinggi atau gula darah dengan menambah hormon testosteron, “ katanya lagi. (lis)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved