edukasi kesehatan

Jangan Marah Dulu, bila Pasangan Mulai Ogah-ogahan Diajak Aktivitas Seksual, Cari Penyebabnya

Hubungan seksual yang sehat dan menggairahkan  melibatkan kesehatan fisik dan jiwa pasangan.

Medical News Today
Ilustrasi pria mengalami gangguan reproduksi yang mengganggu hubungan intim dengan pasangannya. 

Pada wanita hamil terutama di trimester 2 dan 3 sudah menimbulkan kecemasan.  Apalagi cairan sperma mengandung prostaglandin yang dapat menimbulkan kontraksi. Tentu menjadi berbahaya ketika terjadi kontraksi sementara usia kehamilan masih dini.

“Bila istrinya memang mau melakukan hubungan seksual saat hamil, penetrasi jangan terlalu dalam. Prinsipnya harus hati-hati karena cairan sperma mengandung protein yang bisa membuat terjadinya kontraksi,” papar dr. Binsar.

Selain kecemasan kontraksi, kurangnya gairah seksual saat wanita hamil harus dimaklumi para suami.  Hal ini terkait kondisi fisik dan psikis ibu hamil.

Kecemasan ini bisa terus terjadi sampai bayinya lahir, dan sampai selesai masa nifas.

“Selama istri hamil kalau tidak mau melakukan hubungan seksual jangan dipaksa. Bahkan sampai selesai masa nifas 40 hari setelah melahirkan. Tapi bisa lewat masa nifas bahkan sampai berbulan-bulan baru cari masalahnya dan perlu konsultasikan ke dokter atau psikiater. Karena ada hubungan juga dengan masalah kejiwaan,” paparnya.

Sebaliknya suami juga bisa menurun gairah seksualnya kepada istrinya, padahal baik dirinya dan pasangan memiliki kebugaran yang optimal.

Ternyata setelah dicari masalahnya, suami memiliki orang ketiga yang membuat gairah seksual terhadap istrinya menurun.

Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil (Warta Kota/nur ichsan)

Dokter Binsar mengatakan, gangguan seksual sangat melibatkan kebugaran fisik dan psikis. Sehingga ketika ada masalah penurunan gairah seksual harus segera dikomunikasikan dan dicari akar masalahnya. Apakah karena fisik atau psikis. Sebab sangat berhubungan erat.

“Keduanya bugar secara fisik tapi ada konflik emosional, harus dikoreksi di dua sisinya. Problem psikologi hanya memperberat problem organic atau fisik yang ada. Kalau problem fisik belum terjadi tapi ada psikis, keintiman dalam rumah tangga jadi bermasalah,” tutur dr. Binsar.

Ketika persoalan emosional tidak ada di dalam pasangan tapi ada gangguan seksual seperti penurunan gairah, jangan dianggap hal itu baik-baik saja.

Adanya gangguan seksual adalah problem dalam tubuh, sama halnya memiliki penyakit seperti sakit jantung, stroke dan lainnya.

Baca juga: Siapa Bilang Pria Selalu Perkasa Sepanjang Usia, di Atas 40 Tahun juga Mengalami Penurunan

Baca juga: Tidak Perlu Ragu Menikah di Usia Matang Soal Kesehatan Reproduksi, ada Banyak Cara Agar Tetap Joss

Seringkali gangguan seksual merupakan tanda nyata adanya masalah penyakit kronis yang lebih berat.

“Problem seksual, kesehatan seksual adalah problem tubuh sama seperti sakit jantung, gangguan saraf. Seksual medicine seperti penyakit dalam karena multi disiplin. Ada Endokrin, ilmu kardio, neurologis, kejiwaan,” jelasnya.

Ketika seseorang mengalami depresi, cemas pasti tubuhnya juga tidak bugar, dan ujungnya akan mempengaruhi gairah seksual.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved