Breaking News:

Berita Nasional

Ibas Ingatkan Jangan Jor-joran Bangun Infrastruktur Tanpa Ada Prioritas, Biar Utang Tak Makin Numpuk

Ibas menyampaikan keinginannya agar pembangunan infrastruktur kembali berjalan berkelanjutan.

Editor: Feryanto Hadi
Kompas.com/Hendra A Setyawan
EDHIE Baskoro Yudhoyono, Ketua Fraksi Partai Demokrat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Wabah Covid-19 menyebabkan banyaknya rencana pembangunan infrastruktur daerah dua tahun terakhir ini menjadi terhambat.

Beberapa refocusing anggaran yang dialihkan untuk penanganan pandemi, karena sangat mendesak, menyangkut nyawa dan keselamatan masyarakat.

Walaupun masih dalam keterbatasan, saat ini mestinya kondisi menjadi lebih kondusif untuk melanjutkan kembali pembangunan daerah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono saat menggelar acara penyerahan bantuan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW).

Baca juga: Ada Isu Utang Tersembunyi Proyek Kereta Cepat, Staf Khusus Erick Thohir Beri Penjelasan Begini

Ibas menyerahkan total sembilan bantuan PISEW secara serentak di tiga daerah, yaitu Kabupaten Pacitan, Magetan, dan Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (16/10/21). Turut hadir Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, S.S., Bupati Magetan Suprawoto, Anggota DPRD, dan Perangkat Desa.

Dalam sambutannya secara virtual, pria yang kerap disapa Ibas ini menyampaikan keinginannya agar pembangunan infrastruktur kembali berjalan berkelanjutan.

“Kita ingin penanganan Covid-19 dan dampaknya segera teratasi. Kita ingin pembangunan infrastruktur juga kembali berjalan berkelanjutan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (18/10/2021)

Namun, Ibas juga mengingatkan pentingnya pembangunan prioritas, sehingga anggaran tidak terkuras habis akibat hutang yang jumlahnya fantastis. Selain itu juga harus menjaga keberlanjutan fiskal antargenerasi.

Baca juga: Nasihat Ibas untuk Presiden Jokowi yang Ingkar Janji Izinkan Duit Negara untuk Proyek Kereta Cepat

“Kita tidak ingin tertinggal tapi kita juga tidak ingin anggaran negara terkuras habis akibat hutang yang terlalu jor-joran hanya untuk pembangunan infrastruktur saja.”

“Mengapa? Kita tidak ingin ‘besar pasak daripada tiang’ dan terpenting adalah kita harus menjaga keberlanjutan keuangan (fiskal) antargenerasi ke depan,” tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved