Breaking News:

Hendropriyono: Satpol PP Perlu Ditunjang Kemampuan Deteksi Dini

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, menjelaskan tugas Satpol PP di tengah pandemi memang cukup berat

Istimewa
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono (kanan) dan Kepala BPSDM Kemendagri Teguh Setyabudi (kiri), dalam seminar online "Deteksi Dini dan Mitigasi Konflik Sosial di tengah pandemi Covid-19", akhir pekan lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Di tengah pandemi yang masih merebak, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan salah satu garda terdepan dalam penegakan peraturan pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19. 

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, menjelaskan tugas Satpol PP di tengah pandemi memang cukup berat. Diantaranya menegakkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. 

Karena itu, menurut Hendropriyono dalam menegakkan peraturan pemerintah termasuk Perda, personil Satpol PP perlu ditunjang dengan kemampuan mendeteksi dini akan kemungkinan konflik sosial yang bakal terjadi di tengah masyarakat. 

"Misalnya ajak masyarakat diskusi soal keburukan dan kebaikan tindakan yang akan diperbuat masyarakat. Buat mereka percaya sehingga tidak melakukan hal buruk," kata Hendropriyono dalam seminar online bertajuk Deteksi Dini dan Mitigasi Konflik Sosial di tengah pandemi Covid-19, akhir pekan lalu.

Seminar digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, diikuti lebih dari 2.537 personel Satpol PP dari seluruh Indonesia.

Strategi lainnya, lanjut Hendropriyono, yakni para petugas bergerak terlebih dulu untuk menggagalkan ancaman yang kemungkinan bakal terjadi. 

"Petugas beri imbauan secara tegas kepada masyarakat. Contohnya minta masyarakat pakai masker, jaga jarak agar tidak menularkan atau tertular. Satpol PP harus tegas saat bertindak, karena itu memang tugas dia," kata Hendropriyono

Sedangkan menurut Kepala BPSDM Kemendagri Teguh Setyabudi, dalam situasi seperti saat ini, peran Satpol PP yang paling utama, yaitu mencegah terjadinya kerumunan dan mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi terhadap penularan Covid-19.

"Namun saat menjalankan tugas di lapangan, kerap kali timbul permasalahan yang berujung pada keributan dan ketegangan antara petugas dengan masyarakat," katanya.

Teguh menilai, hal itu akibat adanya perbedaan latar belakang budaya yang terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaan.

Karena itu, BPSDM Kemendagri menggelar kegiatan pembekalan untuk meningkatkan pemahaman Satpol PP, agar mampu menjaga keamanan secara baik.

Fungsi penegakan hukum yang diemban Satpol PP sesungguhnya tidak lepas dari perannya. 

Hal itu tertulis dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat. 

Berdasarkan Permendagri tersebut, salah satu fungsi Satpol PP adalah di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

"Pengembangan keterampilan Satpol PP sangat diperlukan dalam sebuah instansi. Guna meningkatkan kualitas pelayanan petugas lapangan," kata Teguh. (ign)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved