COO Bhayangkara FC Bantah Ludahi Pelatih Persib, Begini Kronologisnya

Sumardji memastikan bahwa narasi di video yang menyatakan dirinya meludahi Robert Albert adalah sangat keliru.

Istimewa
COO Bhayangkara FC Sumardji berjabat tangan dengan pelatih Persib Bandung Robert Alberts 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Hasil pertandingan BRI Liga 1, Persib Bandung mengalahkan Bhayangkara FC selaku pemuncak klasemen sementara dengan skor 2-0, di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/10/2021) .

Namun usai pertandingan beredar video, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji mendekatkan wajah ke Robert Albert pelatih Persib Bandung dengan menyerupai gesture meludah.

Terkait hal ini Sumardji memastikan bahwa narasi di video yang menyatakan dirinya meludahi Robert Albert adalah sangat keliru.

"Tidak ada insiden meludahi Robert. Kalau memang ada pasti pelatih Persib sudah meminta klarifikasi. Saya tidak mungkin melakukan hal sekonyol itu," kata Sumardji melalui pesan tertulis, Senin (18/10/2021).

Sumardji menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Jadi karena Robert posturnya lebih tinggi, saya mendekat ke wajahnya untuk mengklarifikasi, apa yang dia ucapkan sebelumnya. Namun yang keluar justru narasinya berbeda (seperti meludah)," tuturnya.

Sumardji memaparkan, klarifikasi yang ia minta adalah dugaan ucapan rasis yang dikeluarkan pelatih Persib terhadap timnya. Pelatih Persib itu disebutnya menyinggung institusi kepolisian dalam pengaturan pertandingan sepak bola.

"Dia berulang kali rasis dan menuduh polisi mengatur pertandingan, makanya itu yang saya pertanyakan maksudnya apa. Seharusnya RA (Robert Albert) dan official jangan membawa nama institusi," tegasnya.

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster menyatakan hal senada. Dalam konfrensi pers, Paul menyebut Persib Bandung menuduh pihaknya melakukan match fixing.

"Banyak sekali terdengar provokasi-provokasi yang menuduh kami bermain dengan wasit. Tuduhan-tuduhan tanpa dasar itu memalukan sekali, apalagi datangnya dari bench Persib," paparnya.

COO Bhayangkara FC Sumardji memastikan jika insiden kesalahpahaman tersebut sudah selesai.

"Setelah pertandingan sudah sama-sama klarifikasi dan selesai. Kami sudah saling memaafkan dan berjabat tangan" kata Sumardji.

Terakhir, Sumardji mengingatkan prinsipnya sesama klub jangan menyinggung. "Sebenarnya, biasanya dalam sepakbola kalau di lapangan saling memberi support," kata dia. (bum)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved