Breaking News:

Pembentukan Bapanas Disebut Timbulkan Tumpang Tindih Koordinasi Antar Kementerian

Kementerian Pertanian sebelumnya memastikan Badan Ketahanan Pangan bakal menjadi embrio dari Bapanas. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
Dok. Humas Kementan
Kementerian Pertanian mendorong pengembangan aneka komoditas pangan lokal sebagai pangan alternatif guna mengamankan kebutuhan pangan akibat dampak pandemi covid-19. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANJUNGPRIOK - Pembentukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bisa berpotensi menimbulkan tumpang tindih koordinasi yang sudah terjalin antara Kementan dan Kemendag dibawah Kemenko Perekonomian.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid mengatakan pembentukan Bapanas berpotensi menimbulkan tumpah tindih koordinasi. 

"Plus ketika ada perbedaan pandangan atau data antara Kementan dan Kemendag juga tidak bisa diatasi oleh Bapanas," ujar Tauhid melalui rilis yang diterima, Sabtu (16/10/2021).

Pernyataan serupa diutarakan Direktur Program Indef Esther Sri Astuti mengatakan pembentukan Bapanas bukan jadi solusi untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia ke depan.

"Seharusnya kalau di kementerian teknis sudah dioptimalkan fungsinya, seperti di Kementan," ujar Esther dalam diskusi publik Menanti Taji Badan Pangan Nasional yang disiarkan secara virtual.

Sementara Ekonom Senior Universitas Indonesia, Faisal Basri menyebut pembentukan Bapanas tidak ada gunanya karena BKP di kementerian teknis menjalankan tupoksi masing-masing. 

Baca juga: Melihat Efek Samping, Respons Antibodi, dan Efikasi Vaksin Zifivax yang telah Mendapatkan Izin BPOM

Baca juga: TAK LAGI REPOT! Begini Cara Cetak KK, Akta Kelahiran, dan Kependudukan Secara Mandiri

Baca juga: ALHAMDULILLAH, Saudi Arabia Kembali Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia, Simak Persyaratannya Berikut

"Saya kira tak sesuai dengan gagasan awalnya, klausul fungsi Bapanas yang tertuang dalam draf peraturan presiden diduga telah banyak dipangkas," ujar Faisal beberapa waktu lalu.

Kementerian Pertanian sebelumnya memastikan Badan Ketahanan Pangan bakal menjadi embrio dari Bapanas. 

Fungsi koordinasi dan perumusan kebijakan di bidang peningkatan diversifikasi dan pemantapan ketahanan pangan oleh Bapanas diintegrasikan menjadi tugas dan fungsi Bapanas seiring dengan dimulainya masa berlaku Perpres.

Jika hal itu terjadi, maka Faisal meyakini Badan Pangan Nasional yang telah resmi dibentuk oleh Presiden Joko Widodo tersebut hanya replika dari Badan Ketahanan Pangan Kementan.

Baca juga: Diapit 3 Jenderal, Gaya Menlu Retno Marsudi Bikin Salah Fokus, Pakai Sepatu Kanan-Kiri Beda Warna

Baca juga: TAK DISANGKA, Uang Ratusan Juta Terkumpul Ketika Penjual Gorengan Bongkar Tabungan dari Ember

Baca juga: Dampak Corona, Pemerintah Jepang Beri Setiap Anak hingga Usia 18 Tahun, Subsidi Uang Rp12,7 Juta

"Jangan-jangan Badan Pangan Nasional hanya replika dari Badan Ketahanan Pangan. Di dalam Perpres (Badan Pangan Nasional) disebut secara eksplisit kalau Bulog cuma pelaksana," ujar Faisal.

Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo resmi mengeluarkan regulasi pembentukan Badan Pangan Nasional yang tertuang dalam Perpres) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional. 

Pembentukan ini merupakan tindak lanjut dari ketentuan Pasal 129 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved