Breaking News:

Berita Nasional

Mantan Kabais Sesalkan Beredarnya Video Ketegangan Kapal Asing di LCS, Dinilai Diskreditkan TNI AL

Dalam video tersebut, dinarasikan bahwa Indonesia pasif menjaga kedaulatan di perairan Natuna.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Tangkapan layar Youtube
Sejumlah kapal perang di perairan Laut China Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), Soleman B Pontoh mengecam beredarnya video dalam sebuah kontek Youtube yang dinilai berpotensi mendiskreditkan peranan TNI Angkatan Laut.

Video tersebut diunggah oleh akun S3militer official.

Sebelumnya narasi atau berita dalam video tersebut juga diunggah oleh salah satu media online.

Namun saat ini berita tersebut telah dihapus karena ketika diklik tampilan layar hanya bertuliskan 404 error.

Dalam video berjudul 'ROMBONGAN KAPAL CG DAN RISET CHINA BUYAR DARI NATUNA SAAT CSG 21 MERAPAT DI CHANGI' tersebut, dinarasikan bahwa Indonesia pasif menjaga kedaulatan di perairan Natuna.

Baca juga: NEKAD, Marinir Filipina Lawan Militer China dengan Kapal Perang Rongsokan di Sengketa LCS

Justru, menurut narasi dalam video itu, negara lain seperti Inggris, Australia hingga Belanda lah yang aktif menempatkan pasukan di sana untuk menghalau kapal China.

"Natuna Utara Indonesia kini menjadi titik hot spot kekuatan besar dunia. Namun agak aneh,Indonesia yang harusnya berhak atas wilayah Natuna Utara malah pasif menjaga kedaulatannya di sana. Dan saat ini Malahan bukan Indonesia yang adu banteng di Natuna Utara, negara-negara Super power seperti Inggris, Australia, Amerika Serikat hingga Belanda justru yang menempatkan kekuatan angkatan lautnya di sana melawan China," tulis keterangan yang menyertai video.

Soleman menyebut, narasi dalam video tersebut menyesatkan dan mengecilkan peran TNI AL.

Baca juga: Ironi, Kapal Coast Guard Vietnam Usir Nelayan Indonesia di Laut Natuna, Untung Ada Patroli TNI AL

"Ini gak bener, ini siapa yang bilang bahwa Kapal Riset China buyar?" tegas Soleman B Pontoh menanggapi video tersebut pada Jumat (15/10/2021).

Pengamat intelijen dan militer itu juga mempertanyakan sumber beritanya dari mana.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved