Breaking News:

MAKI Minta Jaksa Agung Segera Eksekusi Uang Pengganti di Kasus Korupsi Indosat dan IM2

"Kejaksaan Agung harus segera melakukan penyitaan aset yang dimiliki Indosat dan IM2,"ungkap Boyamin

Editor: Ahmad Sabran
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin segera menuntaskan kasus secara yakni korporasi yang melibatkan Indosat Mega Media (PT IM2) dan Indosat Ooredoo (Indosat).

Menurutnya, Jaksa Agung harus melakukan eksekusi terhadap putusan Mahkamah Agung terhadap IM2 dan Indosat untuk dapat membayar uang pengganti sebesar Rp1,3 triliun terhadap kerugian negara akibat penggunaan spektrum frekuensi Indosat oleh IM2.

"Kejaksaan Agung harus segera melakukan penyitaan aset yang dimiliki Indosat dan IM2,"ungkap Boyamin, dalam siaran persnya, Jumat (15/10/2021).

Menurutnya, aset yang dapat disita baik bergerak atau tidak bergerak, seperti gedung, kendaraan, saham di Bursa Efek Indonesia, rekening bank yang dimiliki perseroan dan atau jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh Indosat dan IM2.

Ia mengatakan, Kejaksaan Agung harus segera menuntaskan kasus IM2 dan Indosat yang sudah diperkuat di oleh putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung.

Jaksa Agung, lanjutnya, bisa memerintahkan Jaksa untuk bisa menyita tower, jaringan fiber optik Indosat bahkan menyita frekuensi yang saat ini dipergunakan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi.

"Yang penting aset yang disita nilainnya lebih dari Rp 1.3 triliun," terang Boyamin.

Baca juga: Hadirkan Smart Tourism Destination, Museum Diyakini Sandiaga Uno Mampu Bangkitkan Parekraf Nasional

Berdasarkan amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Jakarta No.33/PID/TPK/2013/PT.DKI. 12 Desember 2013 yang diperkuat oleh putusan peninjauan kembali no 77/PK/PID.SUS/2015, PT IM2 wajib membayar uang pengganti Rp 1,3 triliun.

Dengan ketentuan apabila PT IM2 tidak membayar uang pengganti tersebut paling lambat 1 bulan sesudah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, harta benda PT IM2 disita oleh Jaksa.

Merujuk dari putusan, kata dia lagi, harusnya Kejaksaan Agung dapat menyita harta benda milik IM2.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved