Breaking News:

Kriminalitas

AG Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Dugaan Mafia Tanah, Korban Minta Polisi Segera Lakukan Penahanan

AG Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Mafia Tanah di Taman Sari, Korban Minta Polisi Segera Lakukan Penahanan. Berikut Alasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
istimewa
Dr Aldo Joe SH MH 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait pemberantasan mafia tanah dijalankan jajaran Polres Jakarta Barat.

Kali ini, penyidik Polres Jakarta Barat menetapkan status tersangka terhadap AG atas kasus pemalsuan akte autentik serta penadahan atas bidang tanah milik Ng Jen Ngay, seorang teknisi AC di Jalan Kemenangan, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat pada Februari 2018.

Penetapan status tersangka tersebut dilakukan menyusul gelar perkara yang dilakukan penyidik Polres Metro Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Tersangka dijerat Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 266 ayat 2 dan Pasal 480 KUHP tentang Pemalsuan Surat.

Sejalan dengan penetapan tersangka tersebut, penyidik selanjutnya akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama tersangka AG kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Selain itu, penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap tersangka, serta melakukan pemberkasan terkait berkas perkara tersebut.

Terkait hal tersebut, penasehat hukum pelapor, Dr Aldo Joe SH MH mengapresiasi kinerja penyidik Polres Jakarta Barat.

Baca juga: Gubernur Ganjar Apresiasi Keseriusan Kementerian ATR/BPN Berantas Mafia Tanah

Baca juga: Lahan Diduga Diserobot Mafia Tanah, Belasan Warga Limo Depok Resah tak Bisa Buat Sertifikat

Sebab, permasalahan kasus tanah milik pelapor yang dilaporkan dalam Laporan Polisi Nomor LP/436/III/2018/PMJ/Restro Jakbar ter tanggal 21 Maret 2018 itu kini mulai terang benderang.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar penyidik segera melakukan penahanan terhadap tersangka AG.

Mengingat Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 266 ayat 2 dan Pasal 480 KUHP tentang Pemalsuan Surat yang disangkakan telah memenuhi syarat objektif penahanan, yaitu ancaman pidana di atas lima tahun.

Baca juga: Terbukti Bersalah, Terdakwa Kasus Mafia Tanah 45 Hektar di Pinang DiJatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara

Baca juga: Dinilai Palsukan Sertifikat, Terdakwa Kasus Mafia Tanah 45 Hektar di Pinang Dituntut 3 Tahun Penjara

Selain itu, pihak Kepolisian telah menahan dua pelaku lainnya, yakni Hendrik Gill Maramis (80) alias Atiam dan Angellika Husen (48) alias Linka alias Patricia alias Enjelina Halim alias Kim Kim.

"Maka sekiranya penyidik dapat objektif dalam melaksanakan upaya paksa penahanan terhadap pelaku AG tersebut, dan kiranya menyampingkan segala bentuk intervensi yang dilakukan oleh pelaku, agar tercapai rasa keadilan," ungkap Aldo Joe.

"Sehingga pastinya menjadi pertanyaan besar apabila tidak segera dilakukan penahanan tersangka. Apalagi AG tergolong masih muda berusia 39 tahun dibandingkan dengan dua lainnya," tambahnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved