Breaking News:

Berita Jakarta

Sistem Integrasi Moda Transportasi Jakarta Akan Ditiru Palembang, Sistemnya Sedang Dipelajari

Pemkot Palembang masih mempelajari sistem integrasi antarmoda yang diterapkan JakLingko, termasuk pendanaan untuk subsidi operasional.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
Dok PT JakLingko Indonesia
Light Rail Transit (LRT) Palembang 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG -Pemerintah Kota Palembang akan meniru sistem integrasi moda transportasi di Jakarta

Sistem yang diusung PT JakLingko Indonesia itu akan dipelajari Pemerintah Kota Palembang.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto mengatakan integrasi transportasi dibutuhkan karena Palembang telah memiliki moda angkutan yang lengkap baik di darat maupun di sungai.

"Dengan sistem JakLingko, kami sangat tertarik, apalagi kita berupaya mengintegrasikan banyak moda. Saat ini kami masih mempelajari sistemnya," kata Agus dalam keterangannya Jumat (15/10/2021).

Baca juga: PT JakLingko Akan Berikan Subsidi Lansia Penumpang MRT, LRT, Transjakarta dan KAI Commuter

Agus menjelaskan bahwa pihaknya masih mempelajari sistem integrasi antarmoda yang diterapkan JakLingko, termasuk pendanaan untuk subsidi operasional.

Menurut dia, Pemkot Palembang saat ini masih berfokus untuk melakukan optimalisasi rute utama, serta meningkatkan okupansi LRT sebagai jantung transportasi kota yang diandalkan masyarakat.

Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kota Palembang berupaya menghubungkan sejumlah moda, seperti Bus Rapid Transit (BRT) dan Teman Bus, serta mengoptimalisasi program Teman Bus untuk mendukung masyarakat menggunakan LRT.

Sementara itu, Pengamat Transportasi dari Universitas Sriwijaya Palembang, Erika Buchari, menilai bahwa Pemerintah Kota Palembang harus memiliki itikad (goodwill) yang kuat dalam membenahi sistem transportasi kota.

Baca juga: Uji Coba Perluasan Aplikasi dan Kartu JakLingko, Kamaluddin: Target Diunduh 2 Juta Pengguna

Menurut Erika, Palembang memiliki potensi yang besar dibandingkan kota lainnya dalam mencapai integrasi antartransportasi umum, seperti di Jabodetabek.

"Harus ada 'goodwill' dari Walikota Palembang karena potensinya itu besar sekali. Palembang sangat cocok untuk mengadopsi sistem JakLingko karena sangat banyak sekali angkutan umum, meskipun banyak rute yang harus ditambah," kata Erika.

Baca juga: Peringatan Dini Antisipasi Banjir, Kelurahan Sunter Agung Siapkan Alat Pengukur Curah Hujan

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin menilai bahwa Rencana Induk Transportasi Kota Palembang telah sejalan dengan integrasi yang telah dilakukan di Jabodetabek.

"Kelihatan Palembang sendiri banyak sekali peluangnya karena masih banyak area yang belum terlayani. Kami dari JakLingko Indonesia siap apabila dibutuhkan untuk mendukung integrasi di Palembang," kata Kamaluddin.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Kota Palembang menjadi contoh daerah yang mampu mengintegrasi transportasi di Indonesia karena telah memiliki moda angkutan terlengkap.

Baca juga: Prihatin Rachel Vennya Kabur dari Karantika, Wagub Ariza: Harusnya Selebgram Bisa Kasih Contoh Baik

"Kami ingin angkutan air, darat dan udara di Kota Palembang saling terhubung, maka pembenahan fasilitas serta pelayanan terus ditingkatkan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah," kata Budi Karya saat meninjau revitalisasi Dermaga 16 Ilir Palembang sekaligus membagikan bantuan jaket pelampung kepada pengguna transportasi Sungai Musi, tahun 2019 lalu. 

Menurut dia, kereta layang ringan atau Light Rail Transit (LRT) sebagai moda transportasi massal pertama harus terkoneksi dengan berbagai moda angkutan seperti Bus Rapid Transit (BRT), pesawat, dan kapal, sehingga pergantian antar moda memudahkan masyarakat terhubung dengan LRT. (Des)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved