Piala Thomas dan Uber

Rionny Mainaky: Kekalahan Tim Piala Uber Indonesia Karena Pemain Tidak Bisa Atasi Tekanan

Trio pemain tunggal putri belum mampu menyumbangkan angka kemenangan dalam laga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat (15/10/2021) dinihari WIB.

Editor: Umar Widodo
Humas PBSI
Tim Piala Uber Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal setelah dikalahkan 2-3 tim Thailand yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, denmark, Jumat (15/10/2021) dinihari WIB 

WARTAKOTALIVE,COM, JAKARTA - Kegagalan tim bulu tangkis beregu putri Indonesia di babak perempat final Piala Uber 2020 harus menjadi pelajaran berharga bagi pemain Tim Merah-Putih, terutama di sektor tunggal.

Trio pemain tunggal putri belum mampu menyumbangkan angka kemenangan dalam laga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat (15/10/2021) dinihari WIB.

Menurut Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, sektor tunggal dinilai gagal menampilkan performa terbaik dan menyumbang angka.

Padahal dari awal, dirinya sangat mengharapkan pemain tunggal pertama Gregoria Mariska Tunjung bisa menyumbang poin yang sangat menentukan bagi perjalanan tim Uber Indonesia.

"Sangat disayangkan Gregoria malah kalah. Padahal dia membuka permainan dengan meyakinkan. Dia awalnya bisa mengontrol dan menang," ujar Rionny di Hotel Scandic, Aarhus, Jumat (15/10/2021).

Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky
Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky menilai sektor tunggal putri gagal berkontribusi di Piala Uber (Humas PBSI)

Karena sebuah kesalahan di gim kedua, permainan Gregoria jadi hilang. Menurut Rionny anak didiknya jadi bermain penuh tekanan. Pola mainnya mengikuti pola lawan dan tidak bisa keluar dari tekanan.

"Ini catatan buat saya. Kenapa dia tidak bisa mengatasi tekanan. Padahal dia diharapkan bisa menyumbang poin. Gregoria itu harapan kita," sebut Rionny

Untuk Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi Tri Wardoyo juga hampir mirip. Mereka tidak bisa keluar dari tekanan. "Pressure Putri KW terlalu berat.

Di gim kedua sebenarnya bisa mengatasi keadaan dan memimpin dalam pengumpulan poin.

Namun karena kesalahan sendiri dan hilang sampai lima poin, memberi angin kepada lawan untuk bangkit.

Meski dia bisa menyusul, finishingnya di gim kedua tidak bagus. Dua kesalahan smash karena terburu-buru, menyangkut net," sebut Rionny.

Ester Nurumi Tri Wardoyo (17) menjadi pebulutangkis tunggal putri debutan di ajang Piala Sudirman dan Piala Uber
Ester Nurumi Tri Wardoyo (17) menjadi pebulutangkis tunggal putri debutan di ajang Piala Sudirman dan Piala Uber (Humas PBSI)

Untuk Ester, gim pertama bisa main bagus. Bisa membuat setting. Namun karena tak bisa mengatasi tekanan, dia gagal.

Sebagai sesama pemain muda melawan wakil Thailand, siapa yang bisa menguasai tekanan lebih baik, dialah yang akan menang.

"Sayang Ester tak bisa keluar dari tekanan. Ini juga karena pengaruh jam terbang pengalaman. Di gim kedua, lawan benar-benar mengontrol permainan dan Ester jadi susah untuk bangkit," kata Rionny.

Dengan kegagalan tersebut, Rionny menyebut akan melakukan evakuasi lebih dalam terhadap permainan pemain tunggal putri.

Pasalnya, sebagai pemain muda, perjalanan mereka ke depan masih panjang.

"Kita tidak bisa bilang lagi kalah tidak apa-apa. Harus segera diperbaiki benar-benar. Dicari kenapa kalah dan tidak bisa mengelola tekanan di lapangan. Karena ketiga pemain ini adalah harapan kita di tunggal putri Indonesia," tegas Rionny.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved