Breaking News:

Direktur TV Swasta Penyebar Berita Hoaks, Produksi Konten untuk Pecah Belah Persatuan

AZ yang mempunyai siaran lokal bernama BSTV atau Bondowoso TV ditangkap terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan L Q
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Jumat (15/10/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Direktur PT Bondowoso Salam Visual Nusantara Satu, berinisial AZ.

AZ yang mempunyai siaran lokal bernama BSTV atau Bondowoso TV ditangkap terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan bahwa AZ bersama tersangka lain berinisial AF dan M ditangkap di Bondowoso, Jawa Timur, pada Agustus 2021.

“Tiga orang tersangka memiliki peran masing-masing,” ujar Yusri saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Ada 2 Orang Lain Yang Ikut Ditangkap Bersama Direktur TV Swasta, Terkait Penyebaran Berita Hoaks

Yusri menambahkan, penangkapan tersebut terkait konten hoaks yang dibuat dan disebarkan ketiga tersangka melalui akun Youtube bernama Aktual TV dan bukan terkait pekerjaan tersangka AZ di BSTV.

“Bedakan konteks, yang dia lakukan di sini pidana, beda dengan pekerjaan yang dia lakukan. Ada konten yang dia buat di YouTube, namanya Aktual TV. Ini tidak terdaftar di Dewan Pers,” katanya.

Mereka, kata Yusri, membuat konten hoaks bernada provokatif yang dapat menimbulkan kegaduhan persatuan bangsa serta memecah belah sinergitas antara TNI dan Polri.

Ketiga tersangka melakukan perbuatan tersebut dengan maksud dan tujuan untuk mencari keuntungan.

“Yang bersangkutan sudah kita lakukan proses, memang kejadian sudah kurang lebih dari Agustus lalu, tempat di Sawah Raya, Jakpus,” ujar Yusri.

“Sekarang sudah diproses. Kasus itu sudah P21 di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Nanti sedang kita siapkan untuk tahap kedua penyerahan tersangka dan berkas perkara kepada JPU,” tambahnya.

Ketiga tersangka dijerat dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 14 Ayat 1 ayat 2, Juncto Pasal 28 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara. (M31)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved