Breaking News:

Crane Roboh

Bertahan Lebih dari Lima Jam, Evakuasi Bocah Terjepit Bangunan Akibat Crane Roboh Sukses Dilakukan

Bertahan Lebih dari Lima Jam, Evakuasi Bocah Terjepit Bangunan Akibat Crane Roboh Sukses Dilakukan. Berikut Selengkapnya

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Proses evakuasi seorang bocah perempuan yang terjepit bangunan akibat crane roboh di Jalan Mawar, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok pada Jumat (15/10/2021). 
WARTAKOTALIVE.COM, PANCORAN MAS - Lebih dari lima jam terjepit di dalam reruntuhan rumah, seorang anak perempuan berinisial JP (14) berhasil diselamatkan.
Proses evakuasi dilakukan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok dibantu tim relawan lainnya berhasil mengevakuasi korban crane roboh di Jalan Mawar, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok pada Jumat (15/10/2021).
JP berhasil dievakuasi setelah sekitar 5 jam tertimbun reruntuhan beton yang menimpa rumah akibat robohnya crane yang ada di samping rumahnya.
Kapala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Depok Welman, mengatakan, proses evakuasi terkendala beton yang menjepit tubuh bagian tangan kanan korban.
"Jadi harus diangkat dulu betonnya, tapi kami lakukan pemotongan beton sedikit demi sedikit menggunakan alat," papar Welman seusai berhasil mengevakuasi korban di lokasi kejadian pada Jumat (15/10/2021).

Saat evakuasi, Welman mengatakan kondisi korban dalam keadaan sadar dan masih bernapas dengan baik.

Hanya saja pihaknya melakukan pemasangan oksigen agar korban JP dapat bernapas dengan sempurna meski beberapa bagian tubuhnya terhimpit beton.
"Korban luka lecet dibagian tangan, ya semoga kondisinya baik-baik saja ya nanti, tadi setelah dievakuasi langsung di bawa ke rumah sakit, kalau enggak salah ke Mitra Keluarga," tandas Welman.
Lamanya evakuasi dikatakan Welman lantaran pihaknya harus bekerja sangat hati-hati agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar, korban juga selamat. Evakuasi memang harus sangat hati-hati," tuturnya.
Berdasarkan pantauan TribunnewsDepok.com, Seusai berhasil di bebaskan dari himpitan beton, JP tampak masih sadar dengan wajah yang sedikit lesu.
Petugas pun langsung membawa JP ke ambulans dan membawanya untuk segera mendapatkan perawatan.
Kronologis Crane Jatuh

Cerita warga soal crane jatuh timpa rumah di Pancoran Mas Depok, tak kuat tahan betonnya jatuh duluan.

Sebuah Crane yang berada di lokasi perombakan menara air PDAM di Jalan Mawar 4, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, menimpa rumah dan sebuah warung yang berada di samping proyek tersebut.

Baca juga: Crane Jatuh Timpa Rumah di Jalan Mawar Pancoran Mas, Seorang Warga Terjepit Reruntuhan Bangunan

Menurut saksi mata dan juga tetangga korban, Ita Pinontoan mengatakan, peristiwa terjadi pada pukul 09.00 WIB.

"Saya keluar pagar rumah nggak taunya pak Zidar (pemilik rumah) udah keluar dari rumah dengan kondisi kepala berdarah. Saya juga lihat pak Asnel (pemilik warung) kepalanya bocor," ucap Ita.

Baca juga: Detik-detik Crane Jatuh Timpa Rumah di Jalan Mawar Pancoran Mas Depok, Seorang Bapak Berdarah-darah

Saat Crane jatuh Ita spontan berteriak dan langsung menuju rumah korban.

"Kami spontan teriak tetangga juga semua teriak langsung menuju rumah korban," ujarnya.

Ita mengatakan bahwa sebelum crane jatuh menimpa rumah korban, terlebih dahulu beton menara yang jatuh kemudian disusul dengan crane.

"Jatuhnya pelan-pelan saya pikir itu memang lagi ketahan crane, ternyata cranenya nggak kuat dan betonnya udah jatuh duluan baru cranenya nyusul," ujarnya.

Menurut Ita, saat kejadian berlangsung, di dalam rumah korban terdapat tiga orang yakni pak Zidar dan ketiga anaknya.

Naas satu anaknya bernama Yasmin tidak sempat menyelamatkan diri dan tubuhnya terjepit diantara runtuhan beton.

"Saat itu saya belum tahu ada korban atau nggak karena cuma saya tanya aja ada korban nggak, ternyata ada, saya tahunya ada (korban) pas bapaknya teriak Yasmin mana, tapi yang dua (anaknya) udah diselamatkan, saat kejadian anaknya lagi zoom sekolah," sebut Ita.

Berdasarkan pantauan TribunnewsDepok.com hingga saat ini proses evakuasi korban yang terjepit beton masih dilakukan oleh tim satuan dari Damkar dan Tagana Depok. 

BACA SELENGKAPNYA di TRIBUNNEWSDEPOK.COM >>>>>

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved