Breaking News:

Apartemen Kalibata City Dukung Polisi Bongkar Kasus Eksploitasi dan Prostitusi Anak

Tiza menambahkan, pengelola apartemen tidak pernah mengizinkan kegiatan prostitusi di Kalibata City.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan LQ
Polres Metro Jakarta Selatan membeberkan kronologi kasus eksploitasi dan prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pengelola Apartemen Kalibata City mengapresiasi dan mendukung langkah Kepolisian yang membongkar kasus eksploitasi dan prostitusi anak di bawah umur yang terjadi di apartemen yang dikelolanya beberapa waktu lalu.

Selain itu, pihak pengelola juga mengatakan bakal membantu proses penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut. "Kami akan pro aktif membantu kebutuhan atau mensupport kegiatan penyidikan tersebut," kata General Manager Kalibata City, Martiza Melati yang akrab disapa Tiza saat ditemui Warta Kota, Kamis (14/10/2021).

"Kemudian tindak lanjut dari kami, kami mencoba mediasi atau mempertemukan dengan pihak pemilik untuk meminta keterangan lebih lanjut," lanjutnya.

Tiza menambahkan, pengelola apartemen tidak pernah mengizinkan kegiatan prostitusi di Kalibata City.

Ia pun menuturkan biasanya praktik prostitusi atau sejenisnya terjadi apabila ada sewa menyewa unit apartemen secara harian.

"Kalibata City ini konsepnya hunian sebenarnya. Jadi apabila diinvestasikan atau disewakan sebenarnya boleh-boleh saja," ujar Tiza.

"Tapi tak bisa secara harian karena bisa menimbulkan dampak-dampak yang terjadi sekarang," tambahnya.

Atas hal tersebut, pengelola melakukan sosialisasi dengan berbagai macam media, contohnya media komunikasi yang ada.

Biasanya ada tenant dan agent gathering, tapi karena sedang pandemi Covid-19 hal itu belum kembali dilakukan.

Pengelola, kata Tiza, saat ini menyosialisasikan dengan media yang ada seperti spanduk, flyer, mading, dan lain sebagainya.

"Monitoringnya kami ada gerakan tertib hunian, terus pengecekan akses kartu secara berkala. Tertib hunian itu dalam arti kami mengupdate penghuni unit (apartemen) apakah masih sesuai data hunian yang ada di database kami," kata Tiza.

"Untuk akses card, pengecekan tujuannya untuk mengetahui ada indikasi akses original kami diduplikasi atau diperbanyak tanpa sepengetahuan kami. Ini pasti akan menjadi masalah ke depannya. Pemantauan secara berkala, patroli security, dan juga indikasi orang-orang yang agak mencurigakan di apartemen akan dimintai keterangan," tambahnya. 

Diberitakan sebelumnya, polisi menciduk lima pelaku muncikari eksploitasi dan prostitusi terhadap dua anak berusia 16 tahun. (M31)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved