Breaking News:

PON XX Papua

Tim Kriket Putri DKI Jakarta Soroti Sistem Pertandingan yang Diberlakukan di PON Papua

Pelatih kepala kriket putri DKI Jakarta, Fernandes Nato mengakui hal itu, namun demikian, timnya harus mensyukuri apa yang diperoleh

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Pelatih kepala tim Kriket putri DKI Jakarta, Fernandes Nato 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tim kriket putri DKI Jakarta berhasil menyumbangkan tiga medali pada PON XX Papua 2021. Satu medali emas dari nomor super eight dan dua medali perunggu dari sixes serta T-20.

Capaian ini tak sesuai target yang dipatok internal tim sebelum bertolak ke PON XX Papua.

Pelatih kepala kriket putri DKI Jakarta, Fernandes Nato mengakui hal itu. Namun demikian, timnya harus mensyukuri apa yang diperoleh.

Ia pun sempat menyoroti sistem pertandingan di mana juara pul bertemu juara pul lain pada fase gugur.

Seperti apa pengakuan Fernandes? Bagaimana pula perjuangan tim kriket putri DKI Jakarta selama berjuang di PON XX Papua?

Berikut wawancara eksklusif jurnalis Warta Kota Rafsanzani Simanjorang dengan Fernandes Nato yang berlangsung di Doyo Baru, Kabupaten Sentani, Papua:

Satu medali emas dan dua medali perunggu diperoleh tim kriket putri DKI Jakarta, bagaimana menurut Anda soal pencapaian tersebut?
Secara pencapaian, kami dari DKI Jakarta, boleh dibilang ini agak menurun karena di PON 2016 (Jawa Barat) lalu, di nomor T-20 kami bisa mendapatkan medali emas. Hanya kemarin, mungkin karena banyak faktor, terutama faktor cuaca, atlet tidak cukup performanya di semifinal.

Ya sudah berusaha dengan baik, namun keberuntungan ada di pihak Bali dalam partai yang cukup ketat. Satu hal yang patut kami terima kasih adalah support dari pengurus kriket pemprov DKI Jakarta dan juga KONI DKI Jakarta yang memfasilitasi kami untuk mempersiapkan diri agar benar-benar siap meraih prestasi yang terbaik.

Dukungan dalam bentuk penyediaan lapangan, mes yang bagus. Dukungan seperti itu membuat kami latihan menjadi lebih mudah meski saat terjadi Covid-19 kami harus lakukan latihan dari rumah. Itu tantangannya berat sekali. Tetapi atas dukungan dari KONI DKI Jakarta untuk olahraga yang dimainkan di PON, kami difasilitasi.

Atlet yang tampil di PON Papua ini awalnya adalah atlet yang pernah bermain di PON Jabar (2016 lalu). Itu dibentuk dasarnya sejak tahun 2014, lalu berlanjut di PON Jabar, lalu kami gembleng lagi agar semakin baik sampai di PON Papua ini. Yang dibawa ada 14 atlet, itu hasil seleksi dari  20 atlet awalnya, kemudian ke 18 lalu menjadi 14 orang.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved