Breaking News:

Kriminalitas

Merasa Ditipu, Puluhan Anggota KSP SB Pidanakan Vini Noviani dan Iwan Setiawan ke Bareskrim Polri

Merasa Ditipu, Puluhan Korban Pidanakan Direksi KSB SB ke Bareskrim Polri atas Tindak Pidana Dugaan Penipuan, Penggelapan hingga TPPU

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Advokat LQ Indonesia Law Firm, Indra Permana selaku Kuasa Hukum anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) melaporkan Direksi KSB SB, Vini Noviani dan Iwan Setiawan ke Bareskrim Polri pada Rabu (13/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Merasa ditipu, puluhan korban yang merupakan anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) melaporkan Direksi KSB SB, Vini Noviani dan Iwan Setiawan ke Bareskrim Polri pada Rabu (13/10/2021).

Laporan tersebut teregistrasi dalam laporan polisi Nomor STTL/400/X/2021/BARESKRIM ter tanggal 13 Oktober 2021.

Dalam laporan tersebut, kedua terlapor disangkakan pasal dugaan penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang, atau Pasal 378, 372 KUHP dan Pasal 3,4,5 tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara,” ujar kuasa hukum korban dari LQ Indonesia Law Firm, Indra Permana pada Kamis (14/10/2021).

Menurut Indra, KSP SB diduga melakukan penipuan, penggelapan dan pencucian uang.

Sebab, uang simpanan berjangka yang jatuh tempo dijelaskannya tidak dapat ditarik oleh para anggota KSP SB.

“Koperasi itu bentuknya simpan-pinjam kan, jika benar dana para anggota koperasi dipinjamkan ke anggota lainnya, tidak mungkin semuanya tidak bisa ditarik. Dalam kondisi krisis pun bank-bank di Indonesia tingkat non performing loan atau kredit macet paling 5 persen,” jelas Indra.

Dengan tidak dapat ditariknya dana nasabah, Indra menduga bahwa dana tidak disalurkan dalam pinjaman ke anggota Koperasi.

Baca juga: Ultimatum LQ Indonesia Lawfirm, Bakal Tempuh Jalur Pidana Bila KSP SB Tak Segera Penuhi Kewajiban

Baca juga: KSP SB Dinyatakan Gagal Bayar Hingga Alami Rush, Alvin Lim Minta Korban Ambil Jalur Pidana

“Melainkan disalahgunakan dan dicuci menjadi aset-aset oleh pengurus KSP SB. Biar nanti penyidik Mabes Polri membuktikan hipotesa kami,” tuturnya.

Kasus ini sendiri bermula dari para korban yang menaruh uangnya di Koperasi lantaran beranggapan aman.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved