Breaking News:

Kejari Jakbar Tahan Mantan Kepsek dan Pejabat Sudin Pendidikan Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menahan mantan Kepsek SMKN 53 dan pejabat Sudin Pendidikan terkait kasus dugaan korupsi dana BOS Rp 2,3 miliar.

istimewa
Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menahan Mantan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta Widodo dan Mantan Staf Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat Muhamad Faisal dalam kasus dugaan korupsi dana BOS Rp 2,3 miliar. Keduanya ditahan di Rutan Salemba Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Barat resmi menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Tahun Anggaran 2018.

Keduanya merupakan mantan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta, Widodo dan Mantan Staf Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Muhamad Faisal.

Kedua tersangka ditahan di Rutan Salemba Jakarta Pusat.

Baca juga: VIDEO Korupsi Dana BOS SMK N 53 Jakarta Masuki Babak Baru, Diduga Melibatkan Pihak Swasta

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Dwi Agus Arfianto mengatakan sebelum penahanan, kedua  tersangka sempat diperiksa selama kurang lebih tiga jam oleh penyidik.

"Tersangka Widodo dan Muhamad Faisal ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Salemba Jakarta Pusat," Terangnya, Kamis (14/10/2021).

Alasan penahanan ini  guna mempermudah proses penyidikan.

Baca juga: Wagub DKI Persilakan Kejari Dalami Dugaan Korupsi dana BOS dan BOP Senilai Rp 7,8 Miliar

Penahanan ini dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Untuk mempermudah penyidikan, agar tidak melarikan diri, maupun menghilangkan barang bukti," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Pidsus Reopan Saragih menyampaikan bahwa dari hasil perhitungan kerugian negara oleh BPK RI berdasarkan Surat Nomor : 5/LHP/XXI/10/2021 tanggal 8 Oktober 2021, dari total nilai anggaran BOS dan BOP tahun anggaran 2018 senilai Rp 7,8 miliar ditemukan penyalahgunaan anggaran baik dari anggaran BOS maupun BOP kurang lebih sebesar Rp 2,3 miliar.

”Alhamdulilah dari hasil gelar perkara kami, Tim BPK RI telah selesai melakukan perhitungan kerugian keuangan negara dan atas perbuatan para tersangka dalam penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) TA. 2018 telah merugikan keuangan Negara sekitar 2,3 milyar dari pagu anggaran sebesar 7,8 miliar," Ujarnya.

Baca juga: Dapat Jatah Korupsi Dana BOS dari Kepsek SMK 53, Staf Sudin Pendidikan 1 Jakbar Beli Vila di Puncak

Kasi Pidsus Reopan Saragih dan Tim Penyidik masih terus melakukan pendalaman dan tidak tertutup kemungkinan ada tambahan tersangka.

"Tim Penyidik masih tetap melakukan pendalaman guna menemukan fakta baru dan akan terus menggali apakah ada keterlibatan oknum atau pejabat lainnya, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan," ujar Reopan.

Tersangka Widodo dan Muhamad Faisal akan dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved