Breaking News:

Dalam Penanganan Sampah di Ibu Kota, Asep Beberkan Empat Mode Hingga Siapkan Ribuan Personel

Asep Kuswanto mengatakan, empat mode penanganan sampah itu yakni mode normal, mode awas, mode tergenang dan mode rehabilitasi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Dionisius Arya Bima Suci / Tribun Jakarta
Asep Kuswanto, Kepala Dinas LH DKI Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengerahkan 8.945 personel untuk menangani sampah di musim hujan.

Mereka dikerahkan di lima kota administrasi Jakarta, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

Tidak hanya itu Dinas LH DKI Jakarta juga menyiapkan empat mode penanganan sampah untuk mengantisipasi musim hujan.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, empat mode penanganan sampah itu yakni mode normal, mode awas, mode tergenang dan mode rehabilitasi.

Untuk mode normal dilakukan pada awal musim hujan, mode awas untuk siaga banjir sepert i tingginya muka air Katulampa dan tingginya intensitas curah hujan.

“Sedangkan untuk mode tergenang ketika tanggap darurat banjir yang ditetetapkan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan mode rehabilitasi pasca terjadinya genangan banjir,” ujar Asep berdasarkan keterangannya pada Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Penuh Sampah, Saluran Air yang Tersumbat di Rorotan Dikuras

Menurutnya, pasukan Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air pada Dinas LH DKI Jakarta akan terus mengantisipasi dan memastikan supaya tidak ada sampah yang menyumbat kali, saluran penghubung dan pintu-pintu air. Kemudian terdapat petugas untuk memantau perkembangan situasi di setiap lokasi rawan tumpukan sampah saat terjadi banjir kiriman.

Dia mencontohkan, penempatan petugas seperi dilakukan di Pintu Air Manggarai, Jembatan Kampung Melayu, Jembatan Season City dan titik-titik lain yang rawan tumpukan sampah kiriman. Mereka disagakan dan bertugas selama 24 jam.

“Ketika terjadi tumpukan sampah, selain petugas eksisting di ruas tersebut, maka personel dan armada tambahan akan segera bergerak ke lokasi itu. Kita siaga 24 jam,” tegasnya. (faf)

Mengenai personel, Asep menjelaskan, telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan prasarana sarana yang dimiliki untuk menghadapi musim hujan.

Walaupun sekarang baru memasuki awal musim penghujan, namun pihaknya telah memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas menjaga kebersihan badan air.  “Kami memeriksa kesiapan personel, alat pelindung diri, dan armada,” kata Asep.

Baca juga: Sampah di Pasar Gembrong Lama Johar Baru Tidak Pernah Habis,Petugas: Setiap Hari Diangkut Pakai Truk

Selain mengerahkan 8.945 personel, Asep juga menyiapkan peralatan lainnya seperti 1.543 unit angkutan sampah, 118 unit alat berat, 47 unit road sweeper dan 50 set kubus apung perahu pontoon.

Menurutnya, ada beberapa lokasi yang menjadi titik pemantauan dan penanganan khusus ketika musim hujan tiba. Lokasi itu biasanya kerap terdapat timbulan sampah yang cukup banyak ketika hujan melanda Ibu Kota.

“Lokasi itu berada di Kali Ciliwung, diawali dari ruas Kali Ciliwung Jagakarsa menuju Kali Ciliwung jembatan TB Simatupang, Kali Ciliwung Kalibata, Kali Ciliwung Kampung Pulo, Kali Ciliwung Manggarai, Kali Ciliwung BKB Petamburan, Kali Ciliwung Season City, dan terakhir Kali Ciliwung BKB Kalijodo menuju muara,” jelasnya.

“Selain itu, untuk titik lain selain dari aliran Kali Ciliwung, yaitu Kali Pesanggarahan, Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur,” tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved