Breaking News:

Pemilu 2024

Pengamat: Pemilu 2019 Makan Banyak Korban Meninggal, Saatnya Pemilu 2024 Gunakan e-Voting

Bismar Arianto mengatakan, e-Voting dalam pemilu bukan sesuatu yang tabu diselenggarakan di Indonesia, mengingat banyak negara sukses melaksanakan.

Digitalisasi pemilu merupakan pilihan bagi negara yang ingin pelaksanaan pemilu tidak menguras energi, dengan hasil yang maksimal. Foto ilustrasi: E-voting sebagai alat Pemilu digital. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPINANG -- Masih segar dalam ingatan masyarakat Indonesia, perhelatan Pemilu 2019 "memakan" banyak korban jiwa, terutama dari sisi petugas yang berada di garda terdepan.

Mereka adalah petugas panitia pendaftaran dan pemilihan, petugas di tempat pemungutan suara atau TPS, hingga bagian rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilih.

Berpijak dari pengalaman Pemilu 2019, pengamat politik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Bismar Arianto mendorong Pemilu 2024 berbasis digital untuk mengurangi energi penyelenggara pesta demokrasi tersebut.

"Proses pemilu yang diselenggarakan secara digital atau elektronik sebaiknya diterapkan dengan sistem yang kuat dan terintegrasi, sehingga menghasilkan pemilu yang berkualitas, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Bismar yang juga mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMRAH, di Tanjungpinang, Rabu (13/10/2021).

Ia mengemukakan, e-Voting dalam pemilu bukan sesuatu yang tabu diselenggarakan di Indonesia, mengingat banyak negara yang sukses melaksanakannya.

Apalagi hampir dua tahun ini, sejak pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia semakin dekat dengan teknologi informasi.

Baca juga: Pemilu 2024, F-PKB Tepis Anggapan Ada Matahari Kembar Jika Pemungutan Suara 21 Februari

Baca juga: Pemilu 2024: Tolak Keras 15 Mei, Fraksi PKB Tak Ingin Pemungutan Suara Jadi Mesin Pembunuh

Sistem digitalisasi mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pandemi tanpa melakukan transaksi secara manual.

Karena itu, menurut dia, masyarakat sudah terbiasa dan melek terhadap kemajuan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan kapasitas pemilu melalui digitalisasi pemilu.

"Digitalisasi pemilu bukan ide baru, namun belum dilaksanakan. Mungkin karena berbagai pertimbangan. Tetapi sekarang saya pikir perlu dilaksanakan dengan pertimbangan, seperti protokol kesehatan, akurasi perolehan suara, antisipasi penyelenggara pemilu kelelahan dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024, dan mengurangi biaya pemilu," ujarnya.

Bismar mengemukakan, digitalisasi pemilu merupakan pilihan bagi negara yang ingin pelaksanaan pemilu tidak menguras energi, dengan hasil yang maksimal.

Baca juga: Pemilu 2024: Ini Daftar Susunan Lengkap Pengurus Partai Buruh 2021-2026

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved