Breaking News:

PON XX Papua

7.202 Atlet Diproteksi BPJAMSOSTEK saat Berlaga di PON XX Papua

Sekretaris Umum Panitia Besar PON XX, bahwa seluruh atlet telah mendapatkan perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ahmad Sabran
PB PON XX Papua/Syahru Romadhon
Ilustrasi: Pengalungan Medali Perak kepada Ridwan Ramadan dari DKI Jakarta cabor Layar 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Laga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang berlangsung di beberapa wilayah Papua sempat dihebohkan dengan insiden yang dialami atlet gantole kontingen Sumatera Barat Khaidir Anas, saat mengalami insiden ketika hendak lepas landas dan mendarat darurat di atap rumah warga. 

Dikonfirmasi melalui Elia Loupatty, Sekretaris Umum Panitia Besar PON XX, bahwa seluruh atlet telah mendapatkan perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Roswita Nilakurnia mengatakan pihaknya akan secara proaktif menjalin koordinasi dengan PB PON XX Papua untuk mempermudah pelayanan jika terjadi insiden. 

"Saya yakin tidak ada satupun dari kita yang menginginkan terjadinya insiden, namun tindakan preventif mutlak diperlukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," tutur Roswita melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Tindakan preventif yang dimaksud oleh Roswita ini salah satunya adalah dengan memastikan perlindungan Jamsostek sebagai jaminan perlindungan atas kondisi sosial ekonomi yang mungkin dialami oleh setiap pekerja. Atlet juga merupakan salah satu kategori pekerja yang memiliki risiko kerja cukup tinggi, terlebih untuk olahraga ekstrim seperti gantole. 

Baca juga: Bek Persija Jakarta Maman Abdurahman Menghargai Profesi dengan Selalu Serius Saat Menjalani Latihan

"Tentunya kita mengharapkan atlet yang mengalami insiden tidak mengalami cedera serius dan segera pulih dan jika memungkinkan kembali bertanding," terangnya.

Perwakilan BPJAMSOSTEK melalui Kantor Cabang Jayapura telah mengunjungi Khaidir Anas di RSUD Jayapura dan memastikan kondisi terkininya. Sang atlet dikabarkan tidak mengalami cedera serius namun masih tetap harus mendapatkan perawatan dan dipantau oleh tim RSUD Jayapura untuk proses penyembuhan dan pemulihannya.

Hal yang sama juga menimpa Andi Muhammad Fadly, seorang peserta dari Kontingen DKI Jakarta yang mengalami insiden saat lomba di Sirkuit Balap Motor Freegeeb, Tanah Miring, Merauke.

Baca juga: Hotel Grand Cempaka Akan Menjadi Lokasi Isolasi Terpadu bagi Atlet DKI setelah Ikuti PON XX Papua

"Perwakilan kami di Kantor Cabang Merauke juga telah melihat kondisi yang bersangkutan dan memastikan perlindungan BPJAMSOSTEK diterima oleh sang atlet," tambahnya.

Untuk gelaran PON XX Papua ini, sebanyak 7.202 Atlet dan 3.651 Official serta 2.509 Official Kontingen yang terlibat dari 34 Provinsi telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK. 

Secara otomatis seluruh peserta kontingen mendapatkan perlindungan atas 2 risiko kerja yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama perhelatan PON XX Papua berlangsung atau setara 2 bulan perlindungan.

Jefri Iswanto selaku Kepala Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang menambahkan terkait kecelakaan yang menimpa Andi Muhammad Fadly pihaknya terus melakukan melakukan koordinasi dengan pengurus IMI (Ikatan Motor Indonesia) DKI Jakarta, karena balap motor berada dibawah naungan IMI.

"Info terakhir yang kami peroleh Andi Muhammad Fadly telah selesai melaksanakan operasi terhadap kecelakaan yang menimpa beliau, alhamdulilah operasinya berjalan lancar. Semoga cepat pulih dan bisa bertanding lagi," tutup Jefri. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved