Breaking News:

Kuliner

Pionir Kembang Tahu Instan 'Silken Tahoo' Curi Perhatian Menteri Sandiaga Uno Saat Kunjungi Solo

Pionir Kembang Tahu Instan Silken Tahoo mencuri perhatian Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno baru tahu ada tahu instan 'Silken Tahoo' saat mengunjungi kediaman dalang Ki Warseno Slenk di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9 /10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pionir Kembang Tahu Instan Silken Tahoo mencuri perhatian Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Kembang Tahu atau Tahwa yang dikenal sebagai wedang tahok adalah hidangan penutup berbahan asli kedelai dengan kuah jahe yang disajikan hangat.

Kembang tahu merupakan kuliner tradisional dari akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia.

Baca juga: Lima Kunci Sukses Pendiri Rumah Makan Dapur Solo Rintis Usaha Kuliner di Tengah Pandemi

Baca juga: Konsumsi Bone Broth Jadi Trend Baru, Kuliner Lezat untuk Dukung Kesehatan, Diet dan Kecantikan

Kembang tahu banyak diminati, namun mulai langka didapatkan pecinta kuliner.

Hal tersebut dimanfaatkan CV Sinarfood Healthindo, manufacture food and beverage innovation solution, untuk melestarikan kuliner tradisional.

Sinarfood Healthindo meluncurkan Silken Tahoo sebagai pioner kembang tahoo instan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno baru tahu ada tahu instan 'Silken Tahoo' saat mengunjungi kediaman dalang Ki Warseno Slenk di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9 /10/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno baru tahu ada tahu instan 'Silken Tahoo' saat mengunjungi kediaman dalang Ki Warseno Slenk di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9 /10/2021). (istimewa)

Saat berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, dan mengunjungi kediaman dalang Ki Warseno Slenk, Sabtu (9 /10/2021), Sandiaga Uno baru mengetahui ada tahwa instan Silken Tahoo.

Di era yang serba praktis ini Silken Tahoo adalah jawaban untuk para pecinta kuliner agar tetap di rumah saja dan menikmati wedang tahoo.

Silken Tahoo dibuat tanpa pewarna dan bahan pilihan melalui kelembutan niat untuk mewujudkan hangatnya keberagaman Indonesia.

Baca juga: Dukung Ekspor UMKM Kuliner Indonesia Keluar Negeri, PaxelMarket Buka Rute Pengiriman ke Singapura

Baca juga: Jamu Dubes Hungaria,Sandiaga Uno Kenalkan Ragam Kuliner Nusantara, di Antaranya Ketoprak & Gado-gado

Silken Tahoo mempertahankan rasa otentik dengan kuah jahe dan tahoo yang lembut seperti aslinya namun bisa dinikmati kapanpun.

Di saat musim penghujan dan kala pandemi, kudapan ini sangat cocok untuk dinikmati sebagai penambah nafsu makan, peningkat imun serta penghangat tubuh dan suasana.

"Silken Tahoo juga menjadi peluang kala pandemi karena mudah dipasarkan kembali," kata Fasichah Tia Nur atau Iva, Direktur Marketing CV Sinarfood Healthindo.

Baca juga: Diundang Indonesian Gastronomy Community, Ayu Azhari Yakin Kuliner Indonesia Bisa Mendunia

Baca juga: 21 Kuliner Khas Betawi (Jakarta) yang Wajib Dicoba, dari Masakan, Kue Hingga Minuman

Dengan melibatkan reseller, SFH Factory dan Silken Tahoo bertujuan membuka peluang masyarakat di masa sekarang sebagai solidaritas sosial dengan menjadi wirausaha.

Iva menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi atau menjual kembali karena Silken Tahoo telah mendapatkan sertifikasi halal MUI dan BPOM.

Silken Tahoo dijual seharga Rp 24.000 per box atau 4 porsi dan bisa didapatkan di e-commerce.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved