Breaking News:

PON XX Papua

Pertandingan Cabor Gulat di PON Papua Ricuh, Gusti Randa Minta Maaf

Diduga penyebab kericuhan berawal saat kontingen Papua melakukan protes atas keputusan wasit dan juri.

Istimewa
ricuh cabor gulat pon papua 

WARTAKOTALIVE.COM -- Pertandingan cabang olahraga Gulat antara Papua melawan Kalimantan Selatan di perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, ricuh, Senin (11/10/2021).

Diduga penyebab kericuhan berawal saat kontingen Papua melakukan protes atas keputusan wasit dan juri. Diketahui pertandingan ini memperebutkan medali perak di Kelas 74 kilo gram.

Karena insiden tersebut Gusti Randa selaku Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) memohon maaf atas kejadian tersebut.

Hal itu diungkapkan Gusti Randa saat ditemui awak media di GOR Hiad Sai Trikora Merauke, Senin, (11/10/2021).

Baca juga: Atlet Tinjunya Terlibat Keributan di PON Papua, Wagub Ariza Buka Suara

Baca juga: 4 Atlet DKI di PON Papua Yang Terpapar Covid-19 Sudah Negatif, Tersisa Satu Lagi

"Yang pertama, saya atas nama PPGSI memohon maaf, bahwa tadi ada sedikit hambatan atau insiden ketika partai antara Kalimantan Selatan melawan Papua" ujarnya.

Gusti menilai persoalan ketidakpuasan dalam sebuah pertandingan, merupakan hal yang biasa dalam pertandingan.

"Kita harapkan masing-masing pihak dapat menerima maka pertandingan dilanjutkan, meskipun ada catatan bagi PGSI pertandingan tersebut dimenangkan secara walk out, karena ada pihak yang tidak mau bertanding," lanjutnya.

"Dan yang melakukan walk out itu adalah kontingen Papua karena menganggap tidak menguntungkan dari sisi kontingen Papua" tambahnya.

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Berharap Semua Kontingen Peserta PON Papua Terapkan Karantina Saat Pulang

Baca juga: Jokowi Ngotot Digelar di Bumi Cendrawasih, Menpora: Pelaksanaan PON Papua Bukti Keberanian Presiden

Dan dari insiden ini kata Gusti Randa, pihak kontingen Papua akan melanjutkan protes ke Badan Olahraga Republik Indonesia (BORI) untuk proses lebih lanjut.

"Saya kira ini adalah langkah yang tepat agar pertandingan tetap berjalan, bagi yang belum puas bisa melanjutkan ke Badan Olahraga Republik Indonesis (BORI)," kata Gusti Randa.

Gusti Randa juga berterimakasih kepada panitia pelaksana, pihak keamanan dan Kapolres Merauke beserta jajaranya dan para penonton yang membuat kericuhan tidak meluas dan berkepanjangan. Bahkan pada akhirnya pertandingan dapat dilaksanakan sampai akhir perebutan juara satu dan dua.

Dari Kontributor Tribun Network di Merauke, Nasrun Labata

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved