Breaking News:

Berita Daerah

Permohonan Uji Materill Ibu kota Provinsi Maluku Utara Berada di Sofifi, Simak Tanggapan Ali Ibrahim

Wali Kota Tidore Kepulauan, Captain Ali Ibrahim sambut baik permohonan uji materill soal Ibu Kota Provinsi Maluku Utara kini berkedudukan di Sofifi.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Wali Kota Tidore Kepulauan, Captain Ali Ibrahim sambut baik permohonan uji materill soal Ibu Kota Provinsi Maluku Utara kini berkedudukan di Sofifi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Permohonan uji materiil tentang Ibu Kota Provinsi Maluku Utara berkedudukan di Sofifi, Tidore Kepulauan, telah tercatat di e-BRPK Mahkamah Konstitusi (MK).

Wali Kota Tidore Kepulauan, Captain Ali Ibrahim sambut baik permohonan uji materill mengenai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara kini berkedudukan di Sofifi tersebut.

Diakui Ali Ibrahim, hal tersebut sebagai bentuk ikhtiar warga Kota Tidore Kepulauan untuk menyelesaikan benang kusut ibu kota imajiner Provinsi Maluku Utara, yang selama 22 tahun ini tidak terurai.

”Kami mendukung dan memfasilitasi upaya pengujian Undang-Undang 46 Tahun 1999 di MK. Hari ini (12 Oktober, Red) tepat hari ulang tahun saya yang sekaligus juga hari ulang tahun Provinsi Maluku Utara,"

Baca juga: Selain Menkomarves, Dua Pejabat Ini Ikut Dukung Ali Ibrahim Maju di Pilkada 2024

Baca juga: Konsep 7s McKinsey Diterapkan di Kota Tidore Kepulauan, Ini Penjelasan Wali Kota Captain Ali Ibrahim

Baca juga: Ini Momen Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan Dukung Captain Ali Ibrahim Jadi Gubernur Maluku Utara

"saya bermunajat agar persoalan ibu kota Provinsi Maluku Utara dapat dituntaskan tahun ini,” ungkap Ali Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

”Semoga pembangunan Maluku Utara ke depan semakin baik dan menunjukkan kemajuan yang berarti, serta Kota Tidore Kepulauan menjadi ibu kota Provinsi Maluku Utara yang terletak di Sofifi,” lanjutnya.

Berdasarkan akta registrasi perkara konstitusi Nomor 54/PUU/PAN.MK/ARPK/10/2021 MK, Rabu, 6 Oktober 2021 tercatat di e-BRPK permohonan pengujian materiil tersebut.

Pengajuan tersebut dilakukan oleh dua putra daerah Maluku Utara, yakni Gunawan A Tauda dan Abdul Kadir Bubu.

Selanjutnya keduanya pun disebut-sebut pemohon mengambil jalur konstitusi untuk menguji UU 46 Tahun 1999.

Dimana para pemohon mengajukan permohonan pengujian materiil atas Pasal 9 ayat (1) UU Maluku Utara, yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Ibu kota Provinsi Maluku Utara berkedudukan di Sofifi.

Uji materiil itu berupa Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dengan Nomor 54/PUU-XIX/2021.

Berdasarkan Pasal 35 ayat (1) Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 2 Tahun 2021 tentang Tata Beracara dalam Perkara Pengujian Undang-Undang (PMK 2/2021), Mahkamah menetapkan hari sidang pertama dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak permohonan dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK) dan kepada Pemohon akan diberitahukan mengenai pelaksanaan hari sidang pertama dimaksud.

Sidang permohonan uji materiil secara online digelar pada Senin, 25 Oktober 2021 pukul 14.00 WIB di ruang sidang pleno MK dengan acara pemeriksaan pendahuluan.

(Wartakotalive.com/CC)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved