Pengangguran di Jakarta Selatan Capai 122.390 Orang, Naik 7,7 Persen

Ia menambahkan, meningkatnya pengangguran di Jakarta Selatan akibat pandemi coronavirus disease atau Covid-19.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/dwi rizki
ILUSTRASI - Suasana bursa kerja bertemakan Career and Higher Education Fair yang digelar careerbuilder.co.id bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta di Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan pada bulan Januari 2014. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Selatan mencatat jumlah pengangguran terbuka di wilayahnya sebanyak 122.390 orang dari jumlah penduduk usia kerja 1.777.204 orang hingga September 2021.

Kepala Suku Dinas Nakertrans dan Energi Jakarta Selatan, Sudrajad mengatakan dengan data ini maka tingkat kenaikan pengangguran mencapai 7,7 persen dibanding sebelumnya.

Ia menambahkan, meningkatnya pengangguran di Jakarta Selatan akibat pandemi coronavirus disease atau Covid-19.

"Tentu itu akibat dari pandemi soalnya kan kita dari angka pencatatan perselisihan pun meningkat ya," ujarnya, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Pengangguran di Kabupaten Bekasi Capai 220.000 Orang

"Itu yang terdata di kita, artinya bisa saja yang terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), mereka sudah sepakat saling bisa menerima jadi tidak sampai ke kita," tambah Sudrajad.

Atas hal itu, upaya yang dilakukan Suku Dinas Nakertrans dan Energi Jakarta Selatan akan memberikan pelatihan keterampilan berwirausaha.

Seperti pembuatan produk UMKM terhadap masyarakat yang tidak bekerja untuk menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Kemudian, pelatihan pembuatan kue, kerajinan tangan, dan pelatihan lainnya yang ditujukan agar peserta mendapat bekal guna menciptakan usaha sendiri.

Baca juga: Pengangguran di Jakbar Meningkat, Pemkot Beri Pelatihan Wirausaha

Selain itu, Sudrajad mengatakan pihaknya juga memberikan sosialisasi terhadap perusahaan-perusahaan untuk mensiasati dan menghindari PHK kepada karyawan.

"Misalnya, pengurangan jam kerja, pembagian gaji terus pengurangan mungkin untuk tunjangan-tunjangan yang sifatnya tidak tetap itu atas dasar muswarah mufakat pada mereka," katanya. (M31)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved