Pemkab Bekasi Dorong Produk UKMM Masuk Gerai Minimarket

Pemkab Bekasi semakin giat mendorong agar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) bidang kuliner berkembang dan produknya bisa masuk minimarket.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Ramadhan L Q
Ilustrasi. Lokasi binaan pelaku UMKM di sisi barat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, Cikarang -- Pemkab Bekasi semakin giat mendorong agar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) bidang kuliner berkembang.

Di tengah semakin gencarnya usaha kuliner modern, pelaku usaha kuliner lokal diharapkan tetap bisa menunjukkan eksistensinya.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan usaha kuliner menjadi salah satu potensi besar yang berkembang di Kabupaten Bekasi. Selain itu, bisnis di bidang kuliner juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama pelaku UMKM di tengah pandemi.

Baca juga: VIDEO Gubernur Ridwan Kamil Sebut 80 Persen Ekonomi Jawa Barat Ditopang UMKM

"Salah satu potensi ekonomi di Kabupaten Bekasi ini adalah bisnis kuliner. Makanya kita mendorong agar pelaku UMKM  maupun dan kreator kuliner lokal mampu berinovasi dan menunjukan eksistensinya agar semakin diminati masyarakat bahkan bisa menjadi kuliner khas Kabupaten Bekasi," kata Dani saat dikonfirmasi, Senin (11/10/2021).

Pemkab Bekasi akan mendukung kreativitas dan inovasi pelaku UMKM di bidang kuliner dengan berbagai upaya agar mampu mendulang untung. Di antaranya, dengan mewajibkan toko waralaba maupun hotel yang beroperasi di Kabupaten Bekasi menyediakan Gerai UMKM.

“Kita minta agar di display di tempat yang terbuka, tidak boleh nyelip-nyelip atau dibawah. Dan hasil evaluasi sementara, ternyata itu penjualannya cukup bagus,” kata dia.

Baca juga: Miliki Produk Berkelas Dunia, UMKM Surakarta Dinilai Sandiaga Uno Mampu Pulihkan Ekonomi Bangsa

Tak hanya itu, Dani juga berencana agar kuliner lokal dari pelaku UMKM  kedepannya dapat dihidangkan sebagai jamuan kedinasan.

"Kita akan kerjasama dengan Bagian Umum dan Bagian Pengadaan (Unit Layanan Pengadaan) agar makanan lokal ini menjadi menu wajib jamuan kedinasan," tuturnya.

Dengan demikian, diharapkan tercipta multi player effect baik bagi pelaku usaha hingga produsen bahan baku terbantu.

"Mudah-mudahan tenaga kerjanya juga orang Kabupaten Bekasi. Jadi multi efek lah. Secara potensi pasti ikut mendongkrak," kata Dani. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved