Breaking News:

Virus Corona

Merck Ajukan Izin untuk Tablet Covid-19 Molnupiravir, Jika Disetujui Cukup Diminum di Rumah

Merck & Co pada Senin (11/10/2021) mengajukan izin penggunaan darurat tablet Covid-19 molnupiravir buatannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Handout /Merck & Co,Inc./AFP|Kena Betancur/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP
Molnupiravir | Papan nama gedung perusahaan Merck. Merck memproduksi obat yang bisa menurunkan risiko rawat inap dan kematian akibat Covid-19 hingga 50 persen pada pasien komorbid yang baru didagnosis. 

WARTAKOTALIVE.COM, NEW JERSEY -- Setelah hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, akhirnya obat Covid-19 berupa kapsul berhasil di ditemukan dan produksi.

Ini adalah kabar gembira bagi umat manusia di seluruh dunia, tak terkecuali bagi Indonesia. 

Adalah perusahaan farmasi Merck & Co, yang pada Senin (11/10/2021) mengajukan izin penggunaan darurat tablet Covid-19 molnupiravir buatannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Jika disetujui, tablet yang dikembangkan bersama Ridgeback Biotherapeutics itu akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk penyakit tersebut.

Persetujuan itu dapat membantu mengubah manajemen klinis Covid-19 karena tablet tersebut dapat dikonsumsi di rumah.

Molnupiravir mampu mengurangi separuh risiko kematian atau rawat inap bagi orang-orang yang paling berisiko mengalami penyakit Covid-19 parah, menurut Merck.

Baca juga: 24 Pelaku Penimbun Obat Covid-19 Dibekuk Polda Metro, Ada Perawat dan Apoteker

Baca juga: IPW Prihatin Polres Metro Jakarta Barat tak Menahan Dirut PT ASA yang Telah Menimbun Obat Covid-19

Sejauh ini pengurutan virus yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pil Covid-19 ampuh melawan semua varian virus corona, termasuk Delta, kata perusahaan itu.

Data sementara tentang efikasi obat tersebut sangat berpengaruh terhadap saham perusahaan ketika dirilis pekan lalu.

Obat-obatan yang sudah ada, seperti obat antivirus remdesivir buatan Gilead Sciences yang diberikan lewat infus dan obat generik steroid deksametason, secara umum hanya diberikan kepada pasien rawat inap.

Sedangkan obat antibodi monoklonal produksi Regeneron Pharmaceuticals dan El Lilly sejauh ini terlihat hanya digunakan terbatas karena sulit diberikan kepada pasien.

Baca juga: Berstatus Tersangka Direktur Penimbun Obat Covid-19 di Kalideres Tidak Ditahan, Begini Alasan Polisi

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved