Breaking News:

Pemilu 2024

Pemilu 2024: Tolak Keras 15 Mei, Fraksi PKB Tak Ingin Pemungutan Suara Jadi Mesin Pembunuh

Luqman Hakim mengingatkan, tahun 2019 dengan satu pemilu saja, ratusan petugas KPPS meninggal dunia dan ribuan lainnya jatuh sakit.

Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim menilai, usulan pemerintah pemungutan suara 15 Mei 2024 berpotensi menyebabkan petugas penyelenggara pemilu kelebihan beban kerja yang membahayakan kesehatannya. Foto ilustrasi: Pemungutan Suara di TPS 49 Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (24/4/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Usulan Pemerintah terkait pemungutan suara Pemilu dilaksanakan tanggal 15 Mei 2024, menuai penolakan keras dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa atau F-PKB.

Luqman Hakim, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PKB menilai, usulan pemerintah terkait pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan 15 Mei 2024 berpotensi menyebabkan petugas penyelenggara pemilu kelebihan beban kerja yang membahayakan kesehatannya.

"Memaksakan pencoblosan Pemilu 15 Mei dan Pilkada 27 November, selain tidak realistis untuk dilaksanakan, juga akan menimbulkan beban petugas penyelenggara pemilu yang melampaui kemampuan rata-rata manusia," kata Luqman Hakim sebagaimana dikutip Antara di Jakarta, Minggu (10/10/2021).

Luqman Hakim mengingatkan, tahun 2019 dengan satu pemilu saja, ratusan petugas KPPS meninggal dunia dan ribuan lainnya jatuh sakit.

Menurut dia, bisa dibayangkan, tahun 2024 dengan beban pemilu dan pilkada Serentak dalam waktu berdekatan, akan berapa ribu petugas meninggal dunia dan jatuh sakit.

"PKB tentu tidak ingin pemilu menjadi 'mesin pembunuh' bagi para petugas yang menyelenggarakannya. Jangankan ribuan, satu nyawa saja bagi PKB sangat berharga untuk diselamatkan," ujarnya.

Baca juga: Pemilu 2024, Ridho Rahmadi: Partai Ummat Siap Berkompetisi Kapanpun Tanggalnya

Baca juga: Pemilu 2024, Said Iqbal Optimistis Partai Buruh Lolos Verifikasi KPU dan Parliamentary Threshold

Menurut Luqman Hakim, PKB mempertimbangkan pentingnya menghindarkan tahapan-tahapan pemilu dari momentum yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan residu kontraproduktif lainnya.

Dia mencontohkan, apabila pencoblosan pemilu pada 15 Mei 2024, maka puncak kampanye Pemilu akan bersamaan dengan umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh.

"Bulan Ramadhan 2024 akan dimulai sekitar tanggal 9 Maret 2024 dan Idul Fitri sekitar 9-10 April 2024," ujar Luqman Hakim.

Wakil Sekjen DPP PKB itu menilai, puncak kampanye pemilu yang dilakukan di dalam bulan Ramadhan tentu tidak elok dan berpotensi mengganggu ibadah umat Islam.

Baca juga: Pemilu 2024: Survei SMRC Sebut PKB Menguat Dua Tahun Terakhir, Cak Imin: Konsisten Tiga Besar

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved