Breaking News:

Berita Daerah

Murid Sekolah Dasar di Cianjur Bikin Kerajinan Kursi dan Meja dengan Sistem Ecobrick 

Murid sekolah dasar di Cianjur. sedang membuat kerajinan hingga furniture seperti kursi dan tiang gerbang masuk dari sampah plastik

Penulis: M Nur Ichsan Arief | Editor: Alex Suban
ist
Murid sekolah dasar di Cianjur. sedang membuat kerajinan hingga furniture seperti kursi dan tiang gerbang masuk dari sampah plastik. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIANJUR - Jagat media sosial di kota santri sedang hangat memperbincangkan kebiasaan murid sekolah dasar di Cianjur yang membuat kerajinan hingga furnitur seperti kursi dan tiang gerbang masuk dari sampah plastik.

Hal ini sebagai bagian untuk membiasakan anak didik untuk membuang sampah pada tempatnya dan berusaha menanamkan sejak dini kreativitas dari sampah plastik itu dilakukan di SDN Sukatani Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Murid SDN Sukatani Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. sedang membuat kerajinan hingga furniture seperti kursi dan tiang gerbang masuk dari sampah plastik
Murid sekolah dasar di Cianjur. sedang membuat kerajinan hingga furniture seperti kursi dan tiang gerbang masuk dari sampah plastik (ist)

Bentuknya cantik, sedap dipandang, dan tentunya tak mencemari lingkungan.

Hal tersebut yang menjadikan tujuan awal dari pihak sekolah menugaskan muridnya untuk membuat kerajinan dari sampah plastik.

Sebagai pembelajaran agar anak sekolah bisa memanfaatkan sampah dengan baik, pihak Sekolah Dasar Negeri Sukatani memanfaatkan limbah plastik dengan sistem ecobrick atau yang akrab dikenal dengan bata ramah lingkungan.

Sistem Ecobrick dipilih karena dapat membuat sampah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Salah seorang Murid kelas 5 A SDN Sukatani Revan (12), mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukan bersama teman-teman di sekolahnya.

Baca juga: VIDEO Ubah Sumpit Bekas Jadi Kerajinan Tangan, Supir Bajaj Bisa Tambah Penghasilan Selama Pandemi

Baca juga: Disdik DKI : Akhir Bulan Ini, Sekolah yang Menggelar PTM Ditargetkan Capai 10.677

Revan mengatakan, hasil karyanya ditukar dengan nilai pelajaran yakni seni budaya kerajinan (SBK), Ilmu Pengetahuan Alam, dan PPKN. “Sangat senang, tak hanya dapat mengelola sampah dengan baik tapi dapat nilai juga dari para guru,” ujar Revan.

Kepala SDN Sukatani, Nurhayati, mengatakan, ide awal program sampah ecobrik adalah keprihatinanya melihat sampah yang menggunung sehingga ia dan guru-guru membuat ide pemanfaatan sampah plastik melibatkan para siswa.

“Siswa dan siswi dilatih agar menjadi duta lingkungan untuk dirinya juga keluarganya dengan memanfaatkan sampah hasil olahan makanan menjadi beberapa kerajinan,” kata Nurhayati di SDN Sukatani, Kecamatan Cibeber, Cianjur.

Murid SDN Sukatani Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. sedang membuat kerajinan hingga furniture seperti kursi dan tiang gerbang masuk dari sampah plastik
Murid sekolah dasar di Cianjur. sedang membuat kerajinan hingga furniture seperti kursi dan tiang gerbang masuk dari sampah plastik (ist)

Nurhayati mengatakan, proses pembuatan barang kerajinan, awalnya sampah plastik bekas olahan makanan dimasukan ke botol plastik yang diisi padat dengan limbah non biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan berbagai keperluan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved